Kenali Ciri Uang “3D” Sebelum Bagi-bagi Angpao Lebaran

84
376

Jakarta, NAWACITAPerayaan Lebaran salah satu tradisi di masyarakat mebagi angpao kepada sanak saudara maupun tetangga. Meskipun, bukan suatu kewajiban namun banyak masyarakat yang melaksanakan tradisi tersebut.  Menariknya, masyarakat biasanya menukarkan uang lama dengan uang baru sebelum membagikan angpao kepada sanak saudara.

Selain bertujuan mendapatkan pecahan uang kertas baru, menukar uang juga dimaksudkan untuk mendapatkan pecahan uang kertas yang nominalnya sesuai untuk dibagikan.

Untuk mengakomodasi kebutuhan penukaran uang, Bank Indonesia (BI) dan perbankan lain menyiapkan titik penukaran uang. Tahun ini, perbankan menyiapkan 2.941 titik penukaran uang di seluruh Indonesia.

Namun, banyak masyarakat yang masih menukarkan uang di tempat penukaran ilegal. Akibatnya, tak jarang dari mereka mendapatkan uang palsu alih-alih menerima uang baru untuk angpao Lebaran.

Selfy Sandra (23), karyawan swasta di sebuah perusahaan di Jakarta ini memiliki pengalaman menukar uang di pinggir jalan tepatnya di depan kantor BCA Matraman, Jakarta Pusat. Ia menukar uang Rp200 ribu dengan pecahan Rp2.000. Untuk itu, ia harus membayar jasa sebesar Rp20 ribu. Uang angpao itu dibagikan kepada enam orang keponakan di Yogyakarta.

“Pokoknya waktu itu saya bayar Rp220 ribu,” katanya kepada awak media.

Ia menuturkan terpaksa menukarkan uang di pinggir jalan lantaran tidak memiliki waktu untuk mengunjungi tempat penukaran uang resmi. Ia mengaku tidak khawatir akan mendapatkan uang palsu. Sebab, ia memeriksa segel hologram dan logo Bank Indonesia pada paket uang tersebut.

Namun, ke depannya ia memilih untuk menukarkan uang di tempat penukaran uang resmi yang disediakan bank. Jika tak sempat, ia berpikir untuk menitipkan kepada temannya ketimbang menukarkan di pinggir jalan.

“Kalau ada pilihan lain dan ada waktu saya tidak akan menukarkan ke sana, itu kan mendadak,” katanya.

Terkait uang palsu, bank sentral tak hentinya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati. Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi menyarankan masyarakat untuk menukarkan uang di tempat penukaran uang resmi yang disediakan oleh perbankan. Seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Toh, tempat penukaran uang pun jauh lebih banyak ketimbang tahun lalu yang sebanyak 1.176 titik. Pun syarat penukaran uang di tempat resmi juga terbilang ringan, yaitu hanya menyerahkan foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Rosmaya Hadi mengimbau masyarakat penukar uang tolong karena ini titik-titik penukarannya sudah kami sediakan.

BI juga menyiapkan titik penukaran uang di dekat rest area dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada jalur mudik. Jadwal penukaran uang ini, dibuka mulai Senin (13/5) hingga Rabu (29/5). Namun, di beberapa tempat penukaran uang masih dibuka hingga Sabtu (1/6).

Namun demikian, tak ada salahnya jika masyarakat memahami ciri-ciri uang asli untuk mawas diri dari peredaran uang palsu. Secara sederhana, mengenali ciri uang rupiah asli dapat dilakukan dengan mengandalkan indera peraba dan penglihatan, yakni dengan rumus 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Tuturnya

(ANT)

Comments are closed.