Prabowo Tolak Penghitungan Suara, Begini Tanggapan Ketua DPR Bambang Soesatyo

25
523

Jakarta, NAWACITA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo merespons isu Capres 02 Prabowo Subianto dan BPN Prabowo-Sandiaga yang menolak hasil penghitungan Pemilu 2019 oleh KPU RI. Salah satu alasan penolakan karena adanya kecurangan Pemilu 2019 yang terstruktur, sistematis, dan masif. Ia mengingatkan Prabowo agar menaati konstitusi.

“Saya sarankan kepada pihak-pihak yang merasa hasil Pemilu ini kurang memuaskan, ada salurannya, yaitu di pengadilan Mahkamah Konstitusi,” kata Bamsoet di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

“Konsekuensinya kalau pemilu ini tidak diakui, misalnya, itu akan berdampak juga pada hasil pemilihan legislatif. Sementara partai-partai pengusung kedua belah calon itu tampaknya sudah melakukan pencapaian yang maksimal bagi caleg-calegnya,” ujarnya.

Politikus Golkar itu kemudian berbicara soal kedewasaan dalam berpolitik. Menurut Bamsoet, akan lebih baik jika bukti-bukti dugaan kecurangan itu dibawa ke jalur hukum.

Jika tidak, lanjut dia, hal itu hanya menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Ia pun mengingatkan soal kepentingan bangsa di atas segalanya.

“Marilah kita lebih dewasa dalam berpolitik. Kalau kita memiliki bukti-bukti yang sah adanya kecurangan, ada saluran yang disiapkan oleh negara, yaitu MK,” ujarnya.

“Kalau hanya pembentukan opini, yang ada hanyalah menghasilkan kebisingan dan ketidaknyamanan masyarakat. Sekali lagi, saya mengimbau kepada seluruh elite politik, baik 01 maupun 02, segera redakan tensi, dahulukan kepentingan bangsa yang lebih besar,” imbuh Bamsoet.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Prabowo menganggap telah terjadi kecurangan selama penyelenggaraan pemilu, dari masa kampanye hingga rekapitulasi hasil perolehan suara yang saat ini masih berjalan.

Hingga Selasa (14/5/2019) malam, hasil rekapitulasi 19 provinsi telah ditetapkan dalam rapat pleno rekapitulasi di Kantor KPU.

Hasilnya, pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin menang di 14 provinsi, sedangkan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang di 5 provinsi.

Jokowi-Ma’ruf unggul dengan 37.341.145 suara, sedangkan Prabowo-Sandi mendapatkan 22.881.033 suara. Selisih perolehan suara di antara keduanya mencapai 14.460.112.

Namun, BPN belakangan mengklaim, berdasarkan data sistem informasi Direktorat Satgas BPN, perolehan suara Prabowo-Sandi unggul. Hingga Selasa (14/5/2019), pasangan Prabowo-Sandiaga disebut memperoleh suara sebesar 54,24 persen atau 48.657.483 suara, sedangkan pasangan Jokowi-Ma-ruf Amin memperoleh suara sebesar 44,14 persen.

Comments are closed.