Kivlan Zein Bakal Gerakkan Demo ke Bawaslu dan KPU

39
207

Jakarta NAWACITA – Sejumlah tokoh menginisiasi sekelompok masyarakat untuk melakukan aksi unjukrasa terhadap penyelenggara Pemilu, yakni KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu).

Sekelompok masyarakat yang merencanakan unjukrasa tersebut adalah elemen masyarakat yang tergabung dalam Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (GERAK).

Mereka akan melakukan aksi unjuk rasa di gedung Bawaslu dan KPU, Kamis (9/5).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan hal tersebut. Argo mengatakan, pihaknya telah menerima surat pemberitahuan ihwal aksi tersebut. Sebanyak 11 ribu personel gabungan TNI-Polri pun diterjunkan untuk mengamankan aksi tersebut.

“Ya betul (ada aksi unjuk rasa tersebut), kita sudah siapkan 11 ribu personel gabungan,” ujar Argo kepada wartawan, Rabu (8/5).

Argo belum merinci estimasi massa yang akan hadir saat unjuk rasa esok hari. Pihaknya masih melakukan pengecekan terkait hal tersebut.

“Masih kita cek jumlah massa yang hadir,” tambahnya.

Dari selebaran yang diberikan kepada media, aksi unjuk rasa tersebut diinisiasi oleh Mantan Kepala Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana, dan Mantan Menteri Dalam Negeri Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid.

Unjuk rasa menuntut penyelenggara pemilu mendiskualifikasi pasangan calon nomor 01 Joko Widodo alias Jokowi – Ma’aruf.

Sebelumnya, Mabes Polri telah menerima laporan kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks yang diduga dilakukan Mayjend TNI (Purn) Kivlan Zein dan Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) BPN Prabowo – Sandiaga, Lieus Sungkharisma.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, laporan tersebut sudah diterima dan saat ini sedang dalam pendalaman.

“Ya, laporan sudah diterima Bareskrim,” kata Dedi saat dikonfirmasi, Rabu (8/5).

Menurut Dedi, polisi sedang memeriksa keaslian rekaman video peristiwa pada 29 April 2019 yang dijadikan barang bukti oleh pelapor.

“Flashdisk berisi ceramah itu masih dianalisa dulu oleh analis bareskrim,” ujar Dedi.

Diketahui, Jalaludin melaporkan Kivlan Zein ke Bareskirm dengan nomor laporan LP/B/0442/V/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019. Sedangkan, Lieus Sungkharisma dilaporkan oleh Eman Soleman dengan nomor laporan LP/B/0441/B/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019.

Kivlan Zein dan Lieus dilaporkan atas Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong atau hoax dengan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 14 dan atau pasal 15, serta terhadap Keamanan Negara atau Makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 107 jo asal 110 jo pasal 87 dan atau pasal 163 bis jo pasal 107.

Comments are closed.