Rabu, 3 Juni 2026

Adat Budaya Lampung Sebagai Filosofi Jati Diri Bangsa

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Sabtu, 13 Juni 2020 | 09:00 WIB
Bandar Lampung, NAWACITAPOST– Perkembangan Adat Budaya Lampung saat ini baik secara fisik maupun secara lahiriah mengalami peningkatan, baik secara seremonial maupun secara sarana adatnya seperti  Siger dan kain tapis merupakan sovenir banyak disenangi dan dikagumi oleh masyarakat diluar Lampung.

Salah satu tokoh adat Budaya Lampung, Drs.Hi.Mawardi Harirama ,MSi ( Gelar Sutan S.Dipuncak Nur Kedaton Kagungan, saat dijumpai dikediamanya dijalan Sutan Haji,  Sepang jaya kedaton, Bandar lampung dirinya mengatakan, kami membangun budaya Lampung memiliki  2 dasar sisi nilai;

Yang pertama Sisi lahirnya yaitu untuk meningkatkan pariwisata dan budaya serta meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat , Jum'at (12/06/2020)

Kedua Sisi batinya , Tujuanya untuk membangun jiwa pribadi dan bangsa sehingga dari pengembangan jiwa kita dari pengembangan budaya sebagai jati diri, dengan didasari dengan iman,  Apapun profesinya ketika imanya kuat maka pembangunan akan berjalan dengan baik .Jelas mawardi

Baca Juga : Erick Thohir Ingin Pertamina Akhiri Kerja Sama Bisnis yang Sudah Lama

Secara komprehensif  pengembangkan adat  secara batiniah isi didalamnya untuk meningkatkan sumber daya manusianya , karena dalam adat budaya Lampung terdapat nilai-nilai terkandung didalamnya untuk meningkatkan kebesaran jiwanya , yaitu Bangunanlah Jiwanya bangunlah badannya.



Kemudian Adat lebih cendrung membangun jiwanya dan membangun fisiknya , jadi banyak sekali hal-hal manfaat. Ujar mawardi

Budaya itu sendiri menjadi jati diri bangsa, selain itu dalam adat itu sendiri terdapat nilai-nilai ketuhanan , nilai-nilai kemanusiaan,  Pungkas Mawardi ! manunggalnya adalah keimanan, ketuhanan dan kemanusiaan sebagaimana terdapat pada sila pertama dan kedua Pancasila, nah ! Inilah yang dinamakan jati diri baik jati diri pribadi maupun bangsa kita yang semuanya terdapat pada budaya. Katanya

Sementara koordinasi dengan pemerintah daerah , Kami sebagai pelaku budaya sudah memberikan kontribusi, baik

Dengan banyak nya tamu-tamu yang singgah ketempat ini , sehingga mereka beristirahat dihotel-hotel, makan minum dihotel yang notabenenya  merupakan sumber pendapatan Penghasilan Daerah ,

Selain itu tentunya "kami berharap, sekiranya pemerintah daerah dapat mengembangkan dan  membangun sarana-saran budaya," Lanjut Mawardi.

Dirinya juga, menambahkan "Satu-satunya tempat kami ini yang pernah dikunjungi 24 duta besar , selain itu dari guru besar dari luar negeri (Tokyo university, Dari Monas university, karaton university) tujuanya tiada lain untuk belajar tentang budaya, apa yang tidak diungkap ditempat lain, kami lebih banyak bicara tentang nilai-nilai filosofi budaya , sehingga budaya ini lebih bermanfaat untuk mengembangkan jiwa dan mencerdaskan masyarakatnya," ungkapnya.

Untuk kaum kalangan milenial pada budaya, kami menonjolkan dari sisi lahirnya untuk dapat mengembangkan kaloborasi budaya dengan budaya-budaya luar seperti pakaian dan sebagainya sehingga menjadi satu inspirasi , satu kegiatan  yang dapat menghasilkan pekerjaan.

Saat ini dari kalangan milenial terjadi kekosongan jiwa, oleh karenanya kami mengisi jiwa mereka dengan budaya sehingga mereka akan berkembang dengan utuh baik dari sisi jiwanya maupun dari jasmaniah.

Pada tatanan baru, new normal ! Mawardi menyampaikan saran kepada Pemerintah daerah dari segala tingkatkan, sekiranya pemerintah daerah  memberikan dan menyiapkan sarana kesehatan dan pelayanan kesehatan lebih baik lagi dan metode-metode baru protokol kesehatan.

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini