Tanggapan Resmi Gereja Katolik Terkait Video Viral ‘Jin Kafir di Salib’

2
728
Tanggapan Resmi Gereja Katolik Terkait Video Viral ‘Jin Kafir di Salib’
Tanggapan Resmi Gereja Katolik Terkait Video Viral ‘Jin Kafir di Salib’

Jakarta, NAWACITA – Beberapa hari ini kita diresahkan dengan sebuah video viral yang berisi ceramah Ustaz Abdul Somad tentang salib. Kotbah tersebut sangat menyinggung keyakinan umat Katolik.

“Saya selalu terbayang salib, nampak salib. Jin kafir sedang masuk, karena di salib itu ada Jin kafir. Dari mana masuknya Jin kafir? Karena ada patung. Kepalanya ke kiri atau ke kanan? Itu ada Jin di dalamnya,” ujar Abdul Somad dalam tayangan video viral yang juga dibagikan akun instagram @kataislam_obatqolbu.

Menanggapi kasus tersebut, Gereja Katolik Indonesia secara resmi sudah memberikan tanggapan. Berikut adalah tanggapan dari beberapa pemimpin gereja Katolik terkait kasus tersebut.

1. Mgr. Suharyo – Uskup Agung Jakarta

Mgr. Suharyo menghimbau kepada seluruh umat Katolik di manapun, untuk tidak terprovokasi dengan isi ceramah tersebut.

“Sudah banyak yang memberi catatan, termasuk dari sahabat-sahabat muslim sendiri. Saya sendiri mengajak umat katolik untuk tidak usah menanggapi,” himbau Mgr Ignatius Suharyo, Senin (19/8/2019).

Ketua Konfrensi Wali Gereja Indonesia (KWI) ini, tak ingin agar kasus tersebut memecah belah kesatuan Negara Indonesia yang sudah diperjuangkan para pahlawan.

“Tidak usah terganggu apalagi terpancing oleh hal-hal seperti itu. Kami ingin negeri ini damai, tidak direpotkan dengan hal-hal seperti itu yang hanya akan merugikan persatuan bangsa,” kata Mgr. Suharyo.

Selain Uskup Agung Jakarta, ada juga beberapa imam Katolik yang turut memberikan komentar positif.

2. Romo Benny, Pr.

Romo Benny Susetyo, Pr juga sepemikiran dengan MGR. Suharyo. Pastor asal Malang ini, meminta kepada UAS agar menyampaikan maaf kepada seluruh umat Katolik.

“Umat Katolik tidak perlu risau dan reaktif terhadap viralnya video tersebut. Ini saatnya kami menerapkan ajaran Kristus, yakni belas kasih, mengampuni sesama, ujar Romo Benny.

Imam lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang ini menjelaskan bahwa makna salib bagi umat Katolik merupakan salah satu bagian dari sengsara dan wafatnya Kristus

“Corpus Kristus itu diimani sebagai pengorbanan dalam pewartaan, wafat, dan kebangkitan Yesus. Pasalnya, tidak mungkin ada kebangkitan Kristus tanpa sengsara dan wafat-Nya di salib.”

3. Pastor Tuan Kopong, MSF

Pater Tuan Kopong, MSF merespon kejadian ini dalam bentuk tulisan, “Aku Mencintaimu Abdul Somad Dan Jemaatmu : Itulah Salib”. Tulisan tersebut diposting di halaman facebooknya @TuanKopong.

Imam yang kini bertugas di Filipina ini secara jelas mengatakan bahwa, apa yang sudah dilakukan oleh ustaz Somad sama sekali tidak membuatnya marah. Ia justru mencintainya.

“…Aku mencintaimu Abdul Somad dan jemaatmu. Karena itu adalah ajaran tertinggi yang berawal dari Salib.

Dari salib, Yesus yang tersalib mengampuni dan mendoakan musuh-musuhNya; “Ya Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Luk 23:34). Dan karena salib, aku mencintai, mendoakan dan mengampunimu. HEBAT KAN SALIB KAMI. SALIB KASIH!!…”

“Sakit yang engkau beri, tak sanggup mengusik kekuatan cinta salibku untuk ikut menyakitimu. Tidak. Salib tidak mengajarkan kami untuk menyakiti apalagi membalas dendam.

Salib mengajarkan untuk masuk dalam rasa sakit, mencecapnya dan dikuatkan olehnya…” tulisnya pada 17/08/19.

Semoga tanggapan dari 3 pemimpin Gereja Katolik ini, mampu meredam emosi kita sebagai umat Katolik, agar tidak mudah terpancing dengan hal serupa. Kita perlu berbesar hati untuk memaafkan.

Seperti apa yang tertulis dalam Injil bahwa kita harus mengasihi musuh-musuh kita dan mendoakan mereka.

https://katolikpedia.id/ustaz-abdul-somad-viral/?fbclid=IwAR3WS-MZhkCExoz20hKNJXI7JrsUaNUiwFEzSDHOqgUgDq0RrMcMNc2brpI

Comments are closed.