Acara Kartini Antikorupsi, Wakil Ketua KPK Sebut Susi Pudjiastuti Menteri ‘Tenggelamkan’

26
268

Jakarta NAWACITA – KPK (Komisi Pemberantasn Korupsi) mempunyai program yang menekankan antikorupsi di kalangan kaum hawa. Program tesebut dinamakan Saya Peremuan Anti Korupsi (SPAK).

Bertepatan dengan HUT SPAK ke-5, KPK mengadakan acara Kartini Anti Korupsi 2019 bertema Kekuatan Perempuan Inspirasi Perubahan di gedung ACLC KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2019).

Sejumlah tokoh perempuan diundang pada acara yang sekaligus peluncuran logo SPAK tersebut, diantaranya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Ketua PP Fatayat NU Yenny Wahid, Ketua Dharma Pertiwi Nanny Hadi dan organisasi perempuan lainnya.

“Terima kasih ibu-ibu yang hadir, Bu Susi itu dikenal bukan menteri kelautan tapi menteri tenggelamkan. Suatu kehormatan ibu-ibu yang tidak bisa saja sebut satu per satu,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat sambutan acara bertema Kekuatan Perempuan Inspirasi Perubahan di gedung ACLC KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (26/4).

Basaria menjelaskan latar belakang berdirinya SPAK yang diinisiasi kejaksaan. Setelah itu, perempuan yang tergabung SPAK memberikan pelatihan anti korupsi di beberapa daerah.

“Beberapa tahun lalu pertama kali diinisiasi kejaksaan, kemudian dilakukan training of training. KPK sebenarnya tidak hanya OTT tapi yang banyak ToT tapi beritanya OTT yang banyak. Belum ada saja sudah ada beritanya, cerita kemana-mana,” kata Basaria.

“SPAK mesti ada kata yang mudah diingat Bu, kayak Bu Susi tenggelamkan,” imbuh dia.

Dalam perjalanan SPAK, menurut Basaria, banyak penghargaan yang didapat baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan, kata Basaria, negara lain pun mengundang SPAK untuk menjadi pembicara agar menginspirasi perempuan lain di dunia.

“Tahun 2017 kita dapat penghargaan internasional, dan kita sudah diakui diundang beberapa negara, kekuatan inspirasi bukan hanya Indonesia. Maka saya selalu katakan andai semua perempuan di Indonesia jumlah ada 50 persen, mengatakan hal yang sama terhadap diri sendiri saya percaya KPK tidak akan kerja keras melakukan OTT,” tutur dia.

Comments are closed.