Berani Caplok Ambalat, Indonesia Siap Gempur Malaysia

0
330

Jakarta, NAWACITAPOST –Konfrontasi atau pertentangan antara Indonesia dan Malaysia pernah terjadi dan memuncak saat Soekarno menjadi Presiden. 

Baca Juga : Pecah Perang di Laut China Selatan, Indonesia Siap Tempur

PRESIDEN pertama Indonesia ini marah atas pembentukan negara federasi Malaysia yang terdiri dari Singapura, Sarawak, Brunei dan Sabah. Ayahnya Megawati Soekarnoputeri ini menganggap pembentukan Negara Federasi ini adalah proyek neokolonialisme Inggris. Kakeknya Puan ini khawatir kawasan Malaya (sekarang Malaysia) akan menjadi pangkalan militer Barat di Asia Tenggara.

Hal itu bisa mengganggu stabilitas di kawasan Asia Tenggara. Konfrontasi itu terjadi pada 1963. Selama hampir 57 tahun ada beberapa wilayah yang dulu punya Indonesia atau masih dalam status Quo. Akhirnya dimiliki Malaysia. Sebut saja Sipadan dan Ligatan.

Kedua pulau ini dulu adalah masuk dalam wilayah Indonesia, lalu berubah sebagai status Quo. Sengketa ini berlanjut di meja pengadilan Internasional yang berpusat di Den Hag, Belanda. Kedua diplomat kedua negara berargumen dan melampirkan data-data. Sampai akhirnya, hakim yang mengadili sengketa kedua pulau itu memutuskan bahwa Sipadan dan Ligatan milik Malaysia.

Setelah mendapatkan kedua pulau itu. Malaysia bukan diam, malah bermaksud mencaplok pulau lainnya, Ambalat. Rencana dan taktik pun dilakukan negeri Jiran ini. Segala upaya dikerahkan.  Kapal-kapal penangkap Ikan sengaja disebar diwilayah perairan laut perbatasan antara pulau Sipadan -Ligatan dengan Pulau Ambalat. Itu dilakukan dengan pengawalan kapal perang angkatan laut diraja Malaysia.

Bahkan latihan perang digelar. Propaganda kepada dunia Internasional digalalakan. Tujuannya agar Ambalat menjadi status quo. Setelah itu meja perundingan pengadilan Internasional menjadi tujuan utamanya. Itulah yang diharapkan Malaysia, pulau-pulau di wilayah Indonesia distatus quo-kan pulau yang ingin dicaplok atau diambil.

Taktik negeri Jiran ini harus kita hentikan. Pengerahan TNI dengan berbagai alusista yang dimiliki wajib berada di garda terdepan perbatasan negara terluar. Jangan mau pulau yang benar-benar milik Indonesia dibawa ke pengadilan Internasional. Lebih baik kita mempertahankan tanah air kita termasuk pulau Ambalat dan pulau-pulau lainnya dengan siap bertempur. Itu hanya pilihan terakhir, yang dijamin dan telah ditetapkan konstitusi negara kita. Jadi, bila Malaysia benar mau mencaplok Ambalat, maka Indonesia siap gempur.