Diduga, Oknum Polisi Tembak Pengunjung Restoran

0
145
Diduga, Anggota Kepolisian Tembak Pengunjung Restoran

NAWACITAPOST- Seorang anggota kepolisian diduga menembak pengunjung restoran di Viper Resto & Bar yang berlokasi di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Kamis (15/10/2020). Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Kelapa Dua, Polres Tangsel, AKP Muharom Wibisono.

Muharom Wibisono mengatakan bahwa, saat ini, pihaknya sedang melakukan penyelidikan. “Memang dini hari itu ada kejadian (penembakan) tersebut. Kami sedang mendalami kejadian ini,” ujar Muharram.

Dia menjelaskan bahwa, pelaku dan korban yang sama-sama menjadi pengunjung bar tersebut sempat terlibat adu mulut. Sampai akhirnya pelaku mengeluarkan senjatanya dan langsung menembak korban.

Kendati demikian, Muharram belum bisa menjelaskan secara rinci bagaimana Kronologis penembakan tersebut. “Jadi kami sedang mendalami kejadian ini siapa pelaku dan apa motifnya,” lanjutnya.

Baca Juga : Sebanyak 24.000 Siswa Miskin di NTT Dapat Bantuan Dana PIP

Pihaknya juga belum dapat memastikan apakah pelaku memang polisi aktif atau warga sipil biasa yang mengaku-ngaku sebagai anggota. “Kepolisian di sini masih belum bisa memastikan apakah ini anggota atau mengaku-mengaku anggota atau warga sipil,” ungkapnya.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka tembak di tubuh bagian depan, yakni di sekitar dada dan pundak sebelah kiri. Korban pun langsung dilarikan dari lokasi ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis. Kini informasi kondisinya korban sudah stabil. Tapi masih dipastikan lagi dari rumah sakit.

Korban penembakan tersebut dipastikan warga sipil biasa dan bukan anggota kepolisian maupun TNI. Pernyataan tersebut disampaikannya untuk mengklarifikasi kabar yang beredar bahwa korban merupakan bekas pecatan TNI. “Untuk korban ini adalah murni orang sipil, jadi bukan pecatan atau anggota TNI seperti yang beredar. Jadi ini adalah murni orang sipil,” jelas Muharram.

Petugas Polsek Kelapa Dua sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan area tersebut sudah disterilkan sementara dengan pemasangan garis polisi. Kendati demikian, kasus penembakan tersebut akhirnya dilimpahkan seluruhnya ke Polres Tangerang Selatan untuk ditindaklanjuti. Saat ini, petugas dari Satreskrim Polres Tangerang Selatan juga sudah mulai melakukan penyidikan dan telah mengamankan CCTV di lokasi.

Secara terpisah, Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan AKP Angga Surya Saputra menolak untuk menjelaskan lebih lanjut terkait proses penyidikan yang dilakukan pihaknya saat ini. Dia hanya menyebutkan bahwa, Pihaknya masih melakukan penyidikan soal kasus penembakan tersebut. “Masih dalam penyidikan, masih berjalan. Cuma untuk informasi lebih lanjutnya ke media, penyampaiannya satu pintu nanti dari Kabid Humas Polda Metro Jaya,” ucapnya.

Seiring dengan itu, Aparat Kepolisian diminta tidak menutupi kasus penembakan tersebut karena pelakunya yang diduga anggota polisi aktif.

Sementara itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan. Polisi harus transparan dalam mengusut kasus penembakan itu, termasuk mengungkap siapa pelaku dan apa motifnya. Perlu dijelaskan secara transparan, apa penyebab penembakan itu. Benarkah, pelaku penembakannya adalah anggota Densus 88. Kasus tersebut perlu dijelaskan agar masyarakat bisa mengantisipasi terulangnya kejadian serupa dan mendamaikan pihak-pihak yang bertikai. Propam Polri harus bertindak cepat dalam menangani kasus tersebut jika pelaku memang benar anggota kepolisian.