Gatot Dan Din Pengecut? Demo Buruh Dibiarkannya

0
586
Halte Trans Jakarta Sengaja Dibakar Masa Pendemo Anarkis, UU Cipta Kerja.

Jakarta, NAWACITAPOST – Seperti diberitakan pikiran-rakyat.com 6 Oktober 2020 Gatot Nurmantyo yang juga deklarator kelompok KAMI mendukung buruh untuk menolak UU Cipta Kerja dan mogok nasional. Gatot tak sendiri, Din Syamsuddin serta deretan Kelompok KAMI mendukung  demo ini.

Demo pun terjadi Kamis 8 Oktober 2020. Bukan hanya di Jakarta, berbagai daerah ikut juga. Dipenghujung demo. Tindakan anarkis pendemo begitu masif. Merusak fasilitas publik. Sepertinya sudah direncanakan.

Rakyat pun marah dan menghujatnya. Sebagian besar bukan mahasiswa dan buruh yang berdemo. Pelajar bahkan masih ada yang  dibawah umur,  tertangkap aparat kepolisian, karena merusak fasilitas publik.

Ketika ditanya tujuan berdemo tentang UU Cipta Kerja. Tak mengerti, tak tahu, dan tak paham. Apalagi soal isi dari UU tersebut.

Fasilitas umum pun rusak.Tak bisa digunakan lagi. Di Jakarta kerugiannya menurut Gubernur Anies mencapai 25 miliar rupiah lebih. Di Surabaya, Walikota Tri Rismaharini berang dan marah-marah kepada pendemo. Sebab sudah merusak fasilitas Publik.

Menyoal tentang dukungan KAMI kepada pendemo. Terutama seruan Gatot. Sangat disayangkan, sebab itu terucap dari mantan panglima TNI. Yang harusnya menjadi teladan dan contoh bagi pendemo. Dukungan dari deklatarator KAMI ini membuat dirinya semakin dipertanyakan intergritasnya tentang Cinta Tanah Air, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 1945.

Gatot Dan Din Syamsuddin

Ironisnya, saat Demo berlangsung. Gatot tak berada di barisan pendemo. Menghilangkah atau karena ada urusan lain? Yang jelas orang ini pengecut. Berani berteriak mendukung demo. Ketika, demonya anarkis. Dirinya tak ada. Boleh dibilang tak bertanggung jawab.

Apa yang dilakukan Gatot. Ternyata Din pun demikian. Batang hidungnya pun tak kelihatan di barisan pendemo. Pengecutkah atau karena ada tugas lain?