Tidak Kondusif, LIPI Usulkan Pemilu 2019 di Papua Ditunda

0
33

Jakarta NAWACITA – Pemilihan Umum memilih Presiden dan anggota legislatif tahun 2019 mendatang, tampaknya belum bisa dilakukan di Provinsi Papua, karena kondisi yang sedang tidak kondusif. Demikian penilaian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang mengusulkan agar Pemilu 2019 baik legislatif mau pun presiden di Papua ditunda.

“Sangat tidak kondusif, karena itu menurut saya tunda saja khusus di Papua. Untuk apa sih orang sudah jelas peta di kursi DPR,” kata Peneliti politik Prof Hermawan Sulistyo dia, di Jakarta, Selasa (12/12).

Pemilu 2019 di Papua, lanjut Hermawan, dapat ditunda setahun atau dua tahun sembari melihat kondisi keamanan di daerah paling timur Tanah Air itu. Setelah kondusif, kata dia, Pemilu baru digelar di Papua untuk pemilihan legislatif.

“Untuk sementara, perwakilan masyarakat Papua di Senayan dapat dibuat status quo,” ujarnya.

Untuk menentukan presiden, ia menyebut jumlah penduduk Papua tidak banyak sehingga tidak signifikan mempengaruhi total perolehan suara calon presiden-wakil presiden.

“Kalau yang ditunda pilpres di Jawa Barat atau Jawa Timur baru akan terganggu,” tutur dia.

Hermawan mengakui kerawanan memang terdapat di semua daerah, tetapi tingkat kerawanan di Papua dia nilai tinggi dan dengan sedikit pemicu menyebabkan konflik terbuka.

“Usahakan ke depan pemicunya tidak ada lagi. Kalau masih ada, makanya polisi bergerak hati-hati di sana,” kata dia.

Tingginya kerawanan di Papu diakui pula oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sebelumnya dalam apel kesiapan TNI membantu Kepolisian Indonesia dalam pengamanan Natal, Tahun Baru 2019 serta Pemilu 2019 di Silang Monas, Tito Karnavian, mengatakan Papua masih menjadi salah satu daerah rawan yang diantisipasi mereka dalam perhelatan Pemilu 2019.

“Papua menjadi daerah yang diantisipasi karena memiliki sistem noken serta merupakan daerah pegunungan yang masih terdapat kelompok bersenjata di dalamnya,” kata

Tinggalkan Balasan