Tarif Belum Jelas, Besok MRT Jakarta Tetap Diresmikan Presiden Jokowi

0
26
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Jakarta NAWACITA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan bahwa moda transportasi berbasis rel terbaru di ibu kota, yakni mass rapid transit (MRT), tetap akan diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu (24/3/2019).

Penegasan tersebut disampaikan Anies, meskipun hingga saat ini belum ada kejelasan terkait tarif MRT yang akan diberlakukan. Pihak DPRD DKI diketahui masih melakukan pembahasan tarif tersebut dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

“Tidak (menghalangi peresmian, meski tarif belum diputuskan), karena kan beroperasi secara komersialnya memang baru 1 April. Semua izinnya sudah siap, dan 24 Maret besok peresmian, tapi operasional nanti,” kata Anies di Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2019).

Dia pun mengungkapkan, bahwa kemungkinan besaran tarif MRT tersebut baru akan diputuskan bersama pihak DPRD DKI pada Hari Senin (25/3/2019). Menurutnya, asal tidak lewat dari waktu operasional yaitu awal April, maka semua akan baik-baik saja.

“MRT operasional terus jalan, tapi secara komersial baru tanggal 1 April. Seluruh kereta Ratangga akan digunakan, baik pada jam padat maupun tidak. Dewan juga Alhamdulillah sudah ada kesepakatan tinggal diketok saja nanti hari Senin,” ujarnya.

Pemprov DKI dimintai sejumlah kelengkapan data soal perhitungan tarif MRT. Ketua Komisi C DPRD DKI, Santoso mengatakan salah satu alasan pihaknya belum menyetujui subsidi dan tarif itu karena adanya perbedaan nominal tarif keekonomian (tarif sebelum disubsidi) yang disampaikan Pemprov DKI.

Sebelumnya, kata Santoso, Pemprov DKI menyebut tarif keekonomian MRT hanya 18 ribu rupiah per penumpang. Sementara dalam usulan terbaru Pemprov DKI, tarif keekonomian MRT mencapai 31 ribu rupiah per penumpang.

Perbedaan tarif ini membuat subsidi yang harus ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI membengkak. Oleh karena itu, DPRD masih butuh penjelasan Pemprov DKI soal lonjakan tarif keekonomian itu.

“Dulu mereka bilang subsidinya tidak besar, tarifnya hanya 18 ribu rupiah, tapi kan ternyata sekarang 31 ribu rupiah. Itu yang membuat kita bertanya, makanya kita korek, kita tanya kenapa dari 18 ribu rupiah menjadi 31 ribu rupiah,” kata Santoso di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019).

Pemprov DKI sebelumnya mengusulkan tarif 10 ribu rupiah per penumpang (setelah disubsidi) untuk MRT fase 1. Dengan tarif tersebut, Pemprov DKI harus menggelontorkan subsidi 572 miliar rupiah untuk MRT dari APBD DKI 2019.

Tinggalkan Balasan