Sukses Gelar Pesta Ya’ahowu, Tahun Depan Nias Tuan Rumah Sail Indonesia 2019

0
84

 

Nias, NAWACITA– Keberhasilan event Pesta Ya’ahowu Festival  yang digelar pada 16-20 November 2018 memberikan dampak besar bagi kepariwisatawan di pulau Nias.

Pemerintah pusat kembali memberikan kepercayaan kepada pemerintahan di kepulauan Nias untuk menggelar perhelatan yang lebih besar yaitu Sail Indonesia 2019.

Hal ini disampaikan Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim yang menunjuk Pulau Nias sebagai kandidat tuan Rumah.

“Sail Indonesia 2019 kandidat tuan rumahnya Nias. Sejumlah atraski yang disuguhkan masyarakat Nias menjadi bagian dari penilaianya,” kata Asisten Deputi Budaya, Seni dan Olahraga Bahari, Kemenko Bidang Kemaritiman, Kosmas Harefa dalam sambutannya saat membuka Diskusi Persiapan kegiatan Sail Indonesia 2019 di Teluk Dalam, Nias, Senin (19/11).

Diterangkanya, Sail Indonesia merupakan ajang tahunan wisata bahari yang diselenggarakan sejak 2009 silam. Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tuan rumah terakhir yang dilaksanakan pada bulan september 2018 lalu,yaitu Sail Moyo Tambora.

Perhelatan Pesta Ya’ahowu Nias Festival 2018 yang menampilkan berbagai atraksi budaya dianggap mampu menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

“Kita sudah melihat bagaimana atraksi budaya di Desa Bawomataluo. Luar biasa atraksi budaya yang ditampilkan oleh masyarakat Bawomataluo,” kata Kosmas.

Menurutnya, beragam atraksi dari Nias tersebut harus didorong sebagai daya tarik wisata yang bisa memukau, dan dikemas dengan baik sehingga memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan menarik perhatian wisatawan mancanegara dan domestik.

Untuk itu, Kosmas mengatakan perlu ada kerja sama dan sinergitas lintas kementerian, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam hal pembangunan infrastruktur dasarnya agar sektor-sektor terkait, terutama pariwisata di Nias bisa meluas.

“Karena kalau kita lihat dari potensinya, Nias Selatan tidak kalah menarik dengan daerah-daerah lain, bahkan cenderungnya ini unik. Bisa kita lihat sendiri bagaimana atraktifnya performance dari kelompok masyarakat adat yang ada di desa Bawomataluo ini,” ungkap Kosmas yang telah berkunjung ke desa adat tersebut.

 

 

 

(Red: Ask, Reporter Fizly Ciputri Ndruru/Ant)

Tinggalkan Balasan