Sri Mulyani Kemungkinan Terpilih lagi di Kabinet Jokowi

0
33
Sri Mulyani Kemungkinan Terpilih lagi di Kabinet Jokowi
Sri Mulyani Kemungkinan Terpilih lagi di Kabinet Jokowi

Jakarta, NAWACITA – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyebut, Sri Mulyani cocok mengisi posisi Menteri Koordinator Perekonomian pada kabinet pemerintahan kedua Presiden Joko Widodo 2019-2024. Menteri Keuangan Sri Mulyani dinilai memiliki kinerja bagus selama periode pertama pemerintahan presiden Joko Widodo.

Sejumlah pihak ingin agar Sri Mulyani dipertahankan sebagai menteri. Lantas, posisi apa yang cocok untuknya?

Hal ini menyusul pernyataan Presiden akan mempertahankan beberapa menteri dan atau berganti posisi menempati posisi yang lebih strategis dengan kewenangan lebih luas.

Bila dipertahankan, ia diyakini akan menempati posisi menteri yang lebih strategis di dalam kabinet.

“Soal Sri Mulyani bagusnya di Kemenko Perekonomian,” ujar Bhima Yudhistira kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Menurut Bhima, dalam 5 tahun kedepan ekonomi akan hadapi tantangan besar seiring perang dagang antara AS dan China serta masih bergejolaknya harga komoditas.

Sri Mulyani dinilai sosok yang berpengalaman dan memiliki kepemimpinan yang kuat baik nasional maupun global lantaran sempat menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Ia dinilai tidak hanya memahami makro ekonomi, namun juga kebijakan fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi karena sudah menjadi Menkeu 10 tahun dalam dua periode pemerintah yang berbeda.

“Jadi butuh strong leadership di tim ekonomi, khususnya Menko,” kata Bhima.

“Tetapi untuk pos Menkeu selanjutnya idealnya tetap diisi oleh menteri berlatar profesional atau birokrat karier yang berpengalaman,” sambungnya.

Sebelumnya berdasarkan Katadata Insight Center yang dirilis pada Kamis (25/7/2019), para investor menginginkan tim ekonomi kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin diisi oleh kalangan profesional.

Dua pos menteri yang dinilai wajib diisi profesional yakni Menko Perekonomian dan Menkeu. Para investor tak mau tim ekonomi kabinet Jokowi diisi politisi karena rawan benturan kepentingan.

Tinggalkan Balasan