Spiderman Indonesia Raih 1 Emas, 1 Perak dan 2 Perunggu di Cabor Panjat Tebing

0
46
Dari kiri: peraih perak Puji Lestari, peraih medali emas Aries Susanti Rahayu, dan · Atlet panjat tebing China. (Foto; Antara)

Palembang, NAWACITA– Atlet Putri andalan Indonesia dari cabang olahraga panjat tebing Asian Games 2018, Aries Rahayu Susanti meraih medali emas di nomor kecepatan putri (speed woman), kamis (23/8).

Dalam final, Aries harus berhadapan dengan Puji Lestari yang merupakan atlet Indonesia. All Indonesia dibabak final ini menjadi harapan besar tim tuan rumah untuk bisa meraih banyak medali dari cabor panjat tebing.

Kemenangan Aries ini karena lebih baik dari Puji yang membukukan catatan waktu 7,61 detik, sedangkan Puji hanya mencetak waktu 7,98 detik.

Seperti yang diduga, Aries, pemanjat tebing berusia 23 tahun ini mampu mengalahkan kecepatan Song Yiling asal China di semifinal dengan membukukan catatan waktu 7,68 detik, sementara lawan hanya mampu 7,80 detik. Begitu pula dengan Puji Lestari menghadapi He Cuilian asal China di semifinal.

Penonton bersorak tak lain menginginkan Puji juga lolos ke final menemani Aries, dan benar saja Puji menyudahi perlawan Cuilian dengan membukukan catatan waktu 7,84 detik, sementara lawan hanya 7,94 detik.

“Saya berusaha mengendalikan diri sendiri saja, meski ini jauh dari catatan waktu saya, tapi saya sangat bersyukur sekali dan terima kasih dukungannya,” kata Aries sesaat setelah merayakan kemenangannya menyapa penonton dan menjumpai rekan-rekannya sembari menyelempangkan bendara Indonesia di pundak.

Namun sayang, kemenangan sektor putri ini tidak diikuti kelompok putra yang menurunkan Sobri dan Aspar Jaelolo. Indonesia nyaris mencetak `all Indonesian final` di nomor speed man (kecepatan putra), namun keduanya harus gugur di babak semifinal.

Aspar Jaelolo harus takluk dari wakil China, Zhong Qixin yang membukukan waktu hanya berselisih satu detik darinya. Aspar 5,65 detik dan Zhong mencetak 5,64 detik. “Ya saya kaget, dia bergerak duluan seolah-olah, jadi saya ikut,” kata Aspar.

Demikian juga dengan Sabri yang harus takluk dengan Alipour Shenazanadi Fard Reza, pemegang rekor dunia nomor ini dengan julukan Usain Bold-nya panjat tebing. Saat bersiap start, belum sempat diadu Sabri sudah dinyatakan gagal karena melakukan kesalahan saat start.

Lantaran kegagalan di semifinal ini, pertemuan antara Aspar dan Sobri pun tidak dapat dihidarkan dalam perebutan tempat ketiga. Namun kembali Sabri melalukan kesalahan di saat start sehingga Aspar untuk memastikan medali perunggu menjadi miliknya.

Atas hasil di dua nomor perlombaan ini, Indonesia mengumpulkan 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu.

 

(Red: Bee, sumber Antara)

Tinggalkan Balasan