Setuju Dengan PSI, Komnas Perempuan Sebut Poligami Bukan Ajaran Islam

0
33
Komisioner Komnas Perempuan Imam Nahe'i (baju putih, dua dari kanan) dalam diskusi di Gado-gado Boplo. (Foto: Dtk)

Jakarta, NAWACITA– Sikap politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang melarang kadernya poligami mendapat sambutan positif dari Komnas Perempuan.

Salah satu komisioner Komnas Perempuan Imam Nahe’i mengatakan bahwa poligami termasuk kekerasan terhadap perempuan sehingga apa yang dilakukan PSI perlu disambut dengan baik.

“Ada perbedaan menurut saya melarang poligami dengan melarang praktik poligami. Ada catatan di Komnas Perempuan, poligami adalah kekerasan terhadap perempuan. Dalam pandangan saya praktik yang dilakukan faktanya kekerasan terhadap perempuan,” kata Imam dalam diskusi di restauran Gado-Gado Boplo Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (15/12)

Diterangkanya, poligami atau nikah sirih itu tidak tercatat secara resmi kepada negara. Dan sangat rawan terjadi tindak kekerasan dalam rumah tangga sebagaiman catatan dari data yang didapatkan setiap tahun.

“(Catatan) yang paling tinggi itu nikah nggak tercatat atau poligami. ini hal yang saling tumpang tindih. Poligami pasti tidak dicatatkan, jarang sekali ada perkawinan poligami yang dicatat karena banyak sekali persyaratan-persyaratannya,” sebut Imam.

Imam mengatakan di Indonesia sudah ada Undang-Undang yang mengatur tentang poligami dan persyaratannya rumit sehingga mempersulit orang untuk poligami. Poligami sendiri menurut Imam bukan ajaran Islam.

“Saya berkeyakinan poligami bukan ajaran Islam. Jauh sebelum Islam datang itu praktik poligami sudah dilakukan. Artinya dengan menyebut poligami ajaran Islam itu keliru. Kemudian Islam datang dan ada ayat poligami itu dalam konteks apa, memerintahkan atau mengatur,” kata Imam.

Diketahui, Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan partainya menolak praktik poligami. Grace tidak akan merestui kader, pengurus, dan anggota legislatif dari PSI mempraktikkan poligami.

Tekad penolakan poligami, terang Grace, juga nantinya akan dilakukan jika PSI suatu saat nanti lolos ke parlemen. Partainya akan menjadi yang pertama berjuang merevisi UU Poligami.

“Karena itu, PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Tak akan ada kader, pengurus, dan anggota legislatif dari partai ini yang boleh mempraktikkan poligami,” kata Grace di Surabaya beberapa hari lalu.

 

 

(Red: Faiz, sumber Dtk)

Tinggalkan Balasan