Sempat Diterima di UGM, Ini Wanita Cantik Lulusan Terbaik Akmil 2019

0
154

Jakarta, NAWACITA- Jangan main-main sama wanita cantik yang satu ini, Dewi Okta Pusparini. Ia adalah peraih penghargaan taruni terbaik Anindya Wiratama dari Akmil yang diserahkan dalam Upacara Penutupan Pendidikan (Tupdik) dan Wisuda Sarjana Taruna Akademi Militer (Akmil) Tingkat IV Tahun Pendidikan 2018/2019, di Lapangan Pancasila, Akmil Magelang, Senin (8/7/2019).

Dewi Okta Pusparini, kelahiran Pati, 23 Oktober 1996. Ayahnya, Pariyo seorang PNS dan ibunya berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Okta, begitu ia biasa disapa, mengaku masih tidak menyangka mendapat kepercayaan untuk meraih Anindya Wiratama.

“Saya selalu berprinsip melakukan setiap tugas dengan maksimal. Memberi yang terbaik. Insyaa Allah prestasi dan kebanggaan akan mengikuti, sebagai bonus dari hasil kerja keras,” ucap alumnus SMAN 1 Pati Jurusan IPA ini.

Lebih besar dari upayanya sendiri, Okta meyakini, pencapaian ini terutama berkat doa restu kedua orang tuanya. Ia mengatakan, meski kedua orang tuanya adalah masyarakat sipil yang tidak mengenal dunia kemiliteran, mereka selalu mendukung pilihan hidupnya.

“Mereka setia menemani saya sejak tes awal sampai sekarang. Selalu mendoakan yang terbaik untuk saya, mendukung cita-cita saya,” tutur dara kelahiran 23 Oktober 1996 ini.

Okta mengaku, ia memang memiliki hasrat (passion) tinggi dalam dunia kemiliteran. Menempuh pendidikan di Akmil adalah murni keinginannya sendiri.
Okta mulai mengenal dunia militer ketika duduk di kelas 2 SMA, setelah ia bergabung dengan Gastra dan Paskibra di sekolahnya. Sejak itu ia bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke Akmil.

“Awalnya setelah lulus SMA, yakni 2015, saya diterima di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada melalui jalur SNMPTN. Tapi saya tetap mencoba mendaftar Akmil karena memang itu cita-cita saya dari awal. Alhamdulillah, saya lolos tahun itu juga,” papar anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Dari tiga bersaudara, Okta sendiri yang memilih terjun ke dunia militer.
Sang kakak, Dyah Ayu Pusparini (29) merupakan pegawai bank swasta.
Adapun adiknya, Danang Priyo Sambodo (20) tengah menempuh pendidikan tinggi di UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Sebagai putri daerah Pati, ia berharap ada juniornya di Pati yang meneruskan jejaknya. Ia berharap, adik-adik kelasnya di Pati dapat mengenal lebih dekat dunia militer dan membuka wawasan mengenai sekolah-sekolah kedinasan.

“Saya yakin, dalam bidang ini, warga Pati juga mampu bersaing di kancah nasional,” ujarnya optimistis.

Secara khusus, ia berpesan pada generasi muda bangsa untuk mengenali ideologi bangsa dan menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini. Selain itu, ia juga berharap pada generasi penerus bangsa untuk memaksimalkan masa muda dengan hal-hal positif.

“Jangan sia-siakan masa muda dengan hal-hal yang mengenakkan tapi menjerumuskan. Biasakanlah bekerja keras di hari muda, agar bahagia di hari tua,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan