Selama Pemerintahan Jokowi, Begini Penyaluran Anggaran Rp35,7 Triliun Oleh Kemendikbud

0
27
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadji Efferndy. (Foto: Ist)

Jakarta, NAWACITA– Pemerintahan Jokowi selama empat tahun menjabat telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 35,7 triliun untuk bidang pendidikan.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadji Efferndy bahwa penyaluran anggaran sebesar ini untuk meningkatkan mutu pendidan Indonesia lewat Program Indonesia Pintar (PIP).

“Bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar atau PIP telah memperluas akses pada pendidikan dan membantu anak-anak terus mendapatkan pendidikan, baik formal maupun nonformal. Total anggaran yang telah kita salurkan sebesar 35,7 triliun,” katanya dalam jumpa pers mengenai capaian 4 Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, (23/10).

Diungkapkanya, program kerja Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada dua tahun belakangan lebih fokus pada mekanisme penyaluran dana PIP.

“Saat ini, 70 persen penerima PIP  menggunakan kartu PIP model baru yang juga berfungsi sebagai ATM. Fasilitas ini memudahkan para peserta didik bisa mengambil uangnya setiap saat. Dan bisa mengambil sesuai kebutuhan,” kata Muhadjir.

Beberapa bank telah menjadi mitra guna memudahkan penerima PIP mendapatkan manfaat bantuan pendidikan. Dan koperasi sekolah sudah disulap menjadi Layanan Keuangan Tanpa Kantor (Laku Pandai).

Muhadjir menjelaskan pula bahwa dalam dua tahun terakhir jumlah anak yang putus sekolah di jenjang pendidikan dasar berkurang signifikan dari 60.066 pada 2015/2016 menjadi 32.127 pada 2017/2018.

Sementara Rata-rata Lama Sekolah meningkat dari 7,73 tahun pada 2014 menjadi 8,10 tahun pada 2017 dan Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) meningkat dari 12,39 tahun (2014) menjadi 12,85 tahun (2017).

Di samping itu, data pokok pendidikan mencatat peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah dari 74,26 persen pada 2014 menjadi 82,84 persen pada 2017 dan Angka Partisipasi Murni (APM) pendidikan menengah meningkat dari 59,35 persen pada 2014 menjadi 60,37 persen pada 2017.

Pemerintah juga mencatat ada 1.407.433 peserta didik lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA), dan 1.300.521 peserta didik lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

 

 

 

 

(Red: Pendi, sumber Ant)

Tinggalkan Balasan