PUPR Cari Teknologi Ramah Lingkungan untuk Proyek Infrastruktur

0
10

Jakarta, NAWACITA –  Pameran teknologi konstuksi ramah lingkungan atau Trenchless Asia 2019 resmi dibuka. Acara dibuka oleh Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin ditandai dengan pemukulan gong.

Dalam sambutannya, Syarif Burhanuddin mengatakan, pameran ini sangat membantu pemerintah untuk mencari tahu teknologi apa yang bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Apalagi pembangunan infrastrukturmenjadi salah satu program utama pemerintah, di samping Program Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur tersebut berbagai upaya harus dilakukan termasuk menerapkan teknologi yang tepat dan efisien terutama di era industri 4.0, yang ditandai dengan perkembangan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi termasuk di bidang jasa konstruksi.

“Karena itu kebijakan sektor konstruksi nasional tentunya harus mendorong penggunaan teknologi yang memberi solusi pada permasalahan yang dihadapi saat ini sehingga pembangunan Infrastruktur dapat berjalan dengan lebih cepat, lebih mudah dan tentunya lebih baik” ujarnya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Salah satu teknologi konstruksi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi pada percepatan pembangunan infrastruktur adalah Trenchless. Teknologi ini mengintegrasikan teknologi digital jasa konstruksi yang dipergunakan untuk memasang infrastruktur bawah tanah tanpa mengganggu bangunan atau bentang alam yang ada di atasnya.

Sehingga teknologi ini sangat tepat untuk diterapkan di kota-kota besar padat penduduk seperti pada pekerjaan terowongan baik jalan dan bendungan, pipa air bersih dan air limbah.

“Transless ini merupakan teknologi yang cukup baru dalam rangka pembangunan infrastruktur. Baik itu dari sisi komunikasi maupun dari sisi Infrastruktur air limbah air minum, listrik. Ini semua menjadi bagian dari teknologi ini. Selama ini kita menggali mengganggu lalu lintas dan akibatnya banyak yang terganggu. Dengan ini dia menjadi ramah lingkungan,” jelasnya.

Penggunaan teknologi juga memiliki banyak keunggulan. Seperti pemanfaatan lebih ramah lingkungan, meminimalisir dampak sosial terhadap terhadap kondisi di sekitar lokasi proyek, meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja konstruksi, durasi proyek lebih singkat, sehingga biaya konstruksinya lebih murah dan menjamin pencapaian kualitas konstruksi.

“Bisa diterapkan di daerah. Ini kan teknologi dan jauh lebih mudah, cepat dan murah. Saya yakin karena kita melihat perbandingannya antara open trance less ini. Siapa pun bisa menggunakannya sekarang” jelasnya.

Kementerian PUPR sendiri sudah mulai menggunakan teknologi ini pada beberapa proyek, seperti pada proyek sudetan Kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur, proyek pembangunan jalan tol Cisumdawu, proyek pembangunan air limbah di beberapa kota besar di Indonesia yaitu Denpasar, Jogja, dan Medan. (ANt)

Tinggalkan Balasan