Presiden Jokowi: Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan Berpengaruh Besar Terhadap Investasi

0
77
Presiden Jokowi didampingi Panglima TNI dan Kapolri mendengarkan laporan Dansesko TNI sebelum memberikan pengharahan, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/8) siang. (Foto: Oji/Humas)

Jakarta, NAWACITA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada aparat negara untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan dalam mewujudkan sebuah pembangunan untuk negara tercinta.

“Tidak mungkin investasi itu akan datang ke sebuah daerah dan ke sebuah negara apabila negara itu tidak stabil secara politik dan tidak aman. Enggak mungkin, enggak mungkin,” tegas Presiden Jokowi saat menyampaikan pengarahan di depan siswa Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri Tahun 2018, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/8) siang.

Investor selalu melihat stabilitas politik dan keamanan untuk menempatkan investasinya. Untuk itu, Presiden mengarahkan kepada aparat yang bertugas di daerah untuk mengamankan investasi tersebut sebagai faktor terpenting dalam pertumbuhan ekonomi negara.

Investasi, sambung Presiden, juga berkaitan dengan pembukaan lapangan kerja yang dibutuhkan oleh rakyat. Karena itu, Presiden mengingatkan, jangan sampai ada yang mengganggu investasi kemudian semua diam.

“Ini keliru besar, karena sekali lagi investasi itulah yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan akan membuka lapangan pekerjaan yang sangat dibutuhkan oleh rakyat kita,” tutur Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu pula, Presiden Jokowi menitipkan kepada para siswa Sekolah Staf dan Komando TNI dan Sespim Polri agar ikut menyosialisasikan program-program pemerintah, kerja-kerja pemerintah yang telah banyak dilakukan.

“Saya titip agar seluruh perwira juga ikut disosialisasikan, ikut disampaikan pada momen-momen yang memang tepat untuk menyampaikan itu,” pesan Presiden.

Sebelumnya Komandan Sesko (Dansesko) TNI Letjen TNI (Mar) R.M. Trusono dalam laporannya mengatakan, yang hadir dalam acara tersebut adalah 243 orang perwira TNI/Polri. Mereka terdiri atas 145 orang Sesko TNI, 47 orang Sespimti Polri, dan masing-masing 5 orang perwakilan dari Sesko Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, termasuk lima orang perwakilan dari Sespimen Polri.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menhan Ryamizard Ryacudu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, serta sejumlah pejabat tinggi TNI dan Polri.

Tinggalkan Balasan