Presiden Jokowi Bangga Dengan Kemandirian Para Ibu-Ibu Lewat Program PMN

0
24
Presiden Jokowi saat silaturahmi dengan nasabah PNM Mekaar di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (2/12). (Foto: BPMI)

 

Bogor, NAWACITA– Presiden Joko Widodo mengapresiasi langkah kemandirian para perempuan yang berwirausaha mengikuti program pembiayaan dan pembinaan usaha dari BUMN Permodalan Madani Nasional (PMN).

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi setelah berinteraksi langsung dengan lebih dari 150 nasabah (sebagian besar perempuan) dari PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang telah menerima pembiayaan rata-rata lebih dari satu tahun di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (2/12).

Menurut Presiden Jokowi, para perempuan yang menjadi nasabah PMN ini kebanyakan adalah para ibu-ibu. Mereka memandirikan diri untuk membantu menopang perekonomian keluarganya.

“Kenapa yang banyak diberikan adalah ibu-ibu? Karena ibu-ibu ini lebih disiplin, lebih bisa dipercaya, lebih jujur, lebih telaten untuk masalah keuangan,” ungkapnya sebagaimana disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keteranganya kepada awak media.

Program Mekaar sendiri dikhususkan untuk menyasar kepada kelompok-kelompok usaha mikro dan usaha kecil dengan memberikan layanan pemberdayaan melalui pembiayaan berbasis kelompok.

“Ini program Mekaar dari PNM sudah dimulai sejak akhir tahun 2015. Sekarang sudah memiliki nasabah 3,9 juta di seluruh Indonesia,” tutur Presiden.

Tak hanya modal, para ibu-ibu prasejahtera secara berkelompok juga mendapat binaan dalam membuka dan mengembangkan usaha mereka.

Pembinaan dilakukan melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) yang dilaksanakan sekali dalam setiap minggu.

“Tadi sudah disampaikan ada usaha nasi uduk, gorengan, pisang goreng, bubur, pisang keju, singkong, keripik, semuanya. Yang mikro-mikro seperti ini yang kita sasar dari program Mekaar ini,” katanya.

Melalui program Mekaar, masyarakat dapat memperoleh pembiayaan tanpa jaminan sebesar Rp2 juta hingga Rp5 juta yang diberikan secara bertahap. Terkait hal itu, Presiden berharap agar jumlah pembiayaan tersebut dapat ditingkatkan ke depannya.

“Saya melihat tadi ada ibu-ibu yang ingin tidak hanya mendapat Rp2 juta atau Rp1 juta, tetapi ada yang ingin mendapat Rp5 juta atau Rp10 juta. Ini memerlukan sebuah modal yang lebih sehingga pemerintah memang harus turun tangan ikut mengatasi ini, yaitu menyuntikkan lagi modal ke PNM, sehingga PNM pun dapat meningkatkan dan memperluas pembiayaannya untuk Ibu-Ibu,” ucapnya.

Turut mendampingi Presiden saat bersilaturahmi dengan para nasabah PNM Mekaar antara lain Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PNM Arief Mulyadi.

 

 

(Red: Bee, sumber Ant)

Tinggalkan Balasan