Prabowo Tegaskan Dirinya Berpolitik Untuk Rakyat Bukan Haus Kekuasaan

0
46
Prabowo Subianto Capres no. 2 di Pilpres 2019. (Foto: Ist) (Foto: Ist)

Jakarta, NAWACITA– Ketidakadilan yang dijalankan bangsa ini menjadi landasan kuat dari Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tetap maju dalam Pilpres 2019.

Dirinya menegaskan bahwa dia tidak haus kekuasaan. Keinginan kuat untuk tetap berpolitik karena melihat masih banyak rakyat miskin yang tidak mendapatkan keadilan.

“Saya berkali-kali disindir dan diejek serta dituduh yang macam-macam, mereka mengatakan bahwa saya haus kekuasaan. Saya bertanya kepada diri saya sendiri apa benar seperti itu, kenapa saya masih di politik karena tidak rela keadilan terus berjalan terus di negara dan masih banyak rakyat yang miskin serta tidak rela segelintir orang di Jakarta mencuri kekayaan bangsa ini,” tegasnya saat memberikan sambutan di Haul KH Abullah Syafi`ie di Ponpes As-Syafi`iyah Pulo Air Kabupaten Sukabumi, Jabar, kemarin (7/10).

Diungkapkanya, dalam perjalanan ke berbagai tempat di Indonesia. Matanya selalu tergerak melihat rakyat dan tidak bisa bermain sandiwara. Sehingga politik menjadi jalur baginya berjuang untuk  rakyat.

Karena memang keadaan yang ia lihat seperti kekayaan Indonesia dicuri dan diambil. Bahkan hasil dari keliling Indonesia selama 18 tahun ia tuangkan dalam buku. Sehingga jika dirinya diundang olah siapapun akan berbicara apa adanya.

Ini dikarenakan sistem ekonomi yang dianut negara ini menggunakan sistem yang keliru atau salah. Sistem ekonomi ini bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa ini.

“Sistem ekonomi yang dibuat saat ini yang kaya hanya segelintir orang saja, serta sistem ekonomi membuat kekayaan Indonesia diambil keluar negeri. Sehingga orang seperti saya ini tidak disukai oleh elit, maka dari itu saya ingin menggugah rakyat agar sadar bahwa apabila kekayaan bangsa kita diambil terus suatu saat negara kita akan kolaps atau hancur,” tambahnya.

Prabowo menyebutkan negara ibarat badan dan kekayaan bangsa ibarat darah. Jika darah diambil dari badan setiap harinya di ujungnya badan akan kolaps. Sama dengan bangsa Indonesia, jika kekayaan yang berlimpah ini diambil terus bagaimana ke depannya.

“Setiap kali saya berada di kalangan rakyat selalu merasakan getaran jiwa, hasrat dan pandangan mata memberi tahu kepada saya ada harapan besar dan kepercayaan kepada diri saya. Dan selalu berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar tidak mengecewakan harapan dan kepercayaan rakyat yang telah diberikan,” katanya.

 

 

 

(Red: Juan, sumber Ant)

Tinggalkan Balasan