Kamis, 4 Juni 2026

Peringati Bulan Bung Karno, GPGP Sharing Session Bersama Sidarto Danusubroto

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 23 Juni 2023 | 09:11 WIB

NAWACITApost.com, Politik - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemenangan Ganjar Pranowo (DPP GPGP) memperingati Bulan Bung Karno dengan mengadakan Sharing Session mengenai Hari-hari Terakhir Bung Karno. Dalam kegiatan ini, GPGP berkesempatan langsung mendengarkan kesaksian dan berdiskusi langsung dengan eks ajudan Bung Karno Irjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto.

Sidarto yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GPGP, berkenan menerima Pengurus DPP GPGP dan beberapa tamu undangan dari Front Kebangsaan di kediamannya, Kemang, Jakarta Selatan. Ketua Umum GPGP Dhini M, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada Sidarto.

"Tentunya kami merasa sangat terhormat dapat mendengarkan kisah Bung Karno secara langsung. Semoga keteladanan Bung Karno dapat diteruskan oleh generasi muda," tutur Dhini, dalam keterangannya, dikutip Jumat (23/6/2023).

Dalam kegiatan tersebut, Sidarto bercerita tentang sosok Bung Karno yang karismatik dan baik. Di masa-masa akhir hayatnya, Bung Karno harus menjalani sebagai seorang tahanan bangsa, dari negara yang ia perjuangkan. Kemudian juga terjadi tindakan-tindakan yang dilakukan oleh beberapa pihak untuk menjatuhkan kepemimpinan Bung Karno sebagai seorang Presiden pertama Republik Indonesia.

Sidarto menyampaikan dua hal penting dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, sejarah bangsa merupakan sejarah karma politik. Meskipun menjelang masa-masa akhir hidupnya yang sangat tragis, difitnah, dan tidak dianggap oleh bangsanya sendiri, kebaikan Bung Karno berlanjut pada keturunannya.

"Bahkan bukan hanya pada keturunannya saja, melainkan orang-orang terdekatnya juga seperti saya contohnya," ujar Sidarto.

Jika seseorang itu baik, lanjut Sidarto, akan tercermin pada keturunannya. "Coba lihat Ibu Megawati dan Puan Maharani. Bagaimana bisa jika seorang Bung Karno bukan orang yang baik, keturunanya bisa dipercaya oleh rakyat untuk menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat," sambung Sidarto.

Kemudian Sidarto juga berpesan agar tidak mengglorifikasi sejarah. Sebab sejarah memang dituliskan oleh para pemenang. "Tapi kita harus menyampaikan yang sebenarnya. Jika memang bangsa kita ada cacatnya, generasi yang sekarang juga perlu tahu agar bangsa kita bisa belajar," kata dia.

Sidarto juga menyinggung soal pelanggaran HAM yang pernah dilakukan di masa lalu, dan sebagai bangsa Indonesia harus memahaminya dengan baik. Sidarto menyampaikan, Bung Karno merupakan sosok yang perlu diteladani, baik sebagai pribadi maupun kepemimpinannya.

Menurut Dhini, Sidarto melihat sosok Ganjar Pranowo merupakan seorang “Soekarnois”, yaitu orang yang meneladani nilai-nilai Bung Karno. Karenanya, Sidarto percaya bahwa Ganjar dapat menjadi sosok pemimpin yang baik.

Diketahui, Soekarno atau yang biasa dipanggil Bung Karno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dengan Ida Ayu Nyoman Rai. Masih di bulan yang sama, atau tepatnya hari Minggu, 21 Juni 1970 Presiden Soekarno meninggal dunia di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta.

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB