Jakarta, NAWACITAPOST.com – “Sebagai warga Kepulauan Nias (Kepni), patut kita bersyukur dan apresiasi kepada tokoh-tokoh Ono Niha, yang bisa merancang, menyusun dan merumuskan rencana pembentukan provinsi kepulauan Nias,” jelas Pdt. Restifal Telaumbanua, S.Pd.K lewat tulisannya yang dikirim via aplikasi WhatsApp kepada nawacitapost.com, Senin (22/5/2023).
Baca Juga : Jenderal Christian Zebua : Mendukung Otoli Zebua sebagai Ketua BPP-PKN
Tentu kita berharap bahwa Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN), akan terus bekerja memaksimalkan SDM yang ada untuk mewujudkan impian kita bersama yaitu terbentuknya Provinsi Kepulauan Nias, tegasnya.
Tentu saja, kita tidak boleh terlena oleh waktu mengingat Pemerintahan Presiden Ir. Joko Widodo dan KH.Ma’aruf Amin, tidak lama lagi, maka diperlukan kerja ekstra keras dengan mempertimbangkan dinamika Politik yang sedang terjadi. Mengingat perkembangan politik kedepan perlu BPP-PKN yang sudah terbentuk saat ini, melakukan evaluasi terhadap personil dan tahapan-tahapan apa saja yang sudah dicapai, sembari kita tetap mendorong mereka sebagai garda terdepan Dalam mewujudkan tujuan yang dimaksud. Lalu apa saja yang perlu kita pertimbangkan kedepan.
Siapapun Ono Niha yang ditolong Tuhan, dan duduk di Senayan sebagai Anggota DPR RI, harus punya HATI yang murni untuk bekerja sama dengan Ono Niha yang lain baik dibidang Politik, Eksekutif, Yudikatif maupun para pengusaha untuk merencanakan setiap kegiatan yang berkaitan dengan BPPPKN.
Harus tetap memanfaatkan Lobi politik di Tingkat DPD dan DPR RI, bila perlu kepada Kementerian terkait, karena kita tahu lobi politik itu sangat penting untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Untuk mencapai poin diatas maka perlu dilakukan Evaluasi terhadap personil BPP-PKN yang sudah ada saat ini tanpa mengurangi rasa hormat demi kepentingan bersama.
Hasil kerja keras panitia selama ini, perlu dilakukan evaluasi sejauh mana lobi politik yg sudah dibangun baik tingkat Daerah maupun di tingkat Nasional.
Bagaimana persiapan yg sudah ada, apakah memungkinkan bila dibuka kran moratorium oleh Presiden Ir. Joko Widodo, BPP-PKN sudah siap untuk itu atau hanya masih tahap pemenuhan administrasi.
Berapa dana yg sudah digelontorkan untuk itu apakah sudah terkumpul secukupnya atau masih kekurangan, dan disini dibutuhkan transparansi kepada penyokong dana baik pengusaha, Pemda atau sumbangan yang tidak mengikat, sehingga dengan keterbukaan seperti ini kita tahu berapa yang sudah tersalurkan dan berapa kekurangan dan bila kekurangan pasti Ono Niha bisa bergotong royong untuk itu.
Apakah memang kepulauan Nias sudah layak jadi Propinsi atau belum Misalnya SDM,SDA, POLITIK,EKONOMI, PAD, AKADEMIK, KEAMANAN Dsb. (Sehingga tidak terkesan hanya opini semata menjelang tahun-tahun politik).
Secara Pribadi sangat setuju bila diadakan Evaluasi Panitia BPPPKN Mengingat. "Ketua BPPPKN selama ini adalah Bapak Mayor Jenderal TNI (Purn) Drs Purn. Cristian Zebua (yang kita tahu bersama beliau kader Nasdem), bukan kita tidak percaya kepada Beliau, terapi kendaraannya yang perlu kita kwatirkan. Kita juga perlu mencermati gejolak politik nasional kedepan yang saat ini Partai Nasdem sedang dilanda kebimbangan akibat," jelasnya.
Pertama Mengusung Capres Sendiri tanpa musyawarah dan mufakat dengan Partai Koalisi Pemerintahan saat ini (dibuktikan dengan tidak diundangnya partai Nasdem Halalbihalal di Istana Negara yang dihadiri oleh semua partai Koalisi Pemerintah) dan Pernyataan Bapak Presiden bahwa Nasdem sudah punya Capres sendiri, ini bisa mempengaruhi perjuangan kita.
Kedua Berita Penetapan Sekjend Nasdem Bapak Jhony G Plate yang juga Menkominfo sebagai tersangka Kasus Korupsi BTS 4G sebesar Rp. 8.3 Trilyun.
Ketiga Kalaupun Bapak Christian Zebua lolos di Senayan, tapi kita harus ingat bahwa bila terjadi Koalisi Besar (PDIP-GERINDRA-PPP-PAN-GOLKAR-PKB) Wassalam lah untuk itu, sebab Nasdem tidak termasuk didalamnya, dan bisa saja kedepannya Nasdem akan mengikuti jejak Demokrat-PKS Sebagai Partai oposisi.
Hal ini membuat kita kwatir apabila tidak sesegera mungkin dilakukan evaluasi dan menyebabkan perjuangan kita bersama akan terbuai oleh waktu.
Untuk itu kepada panitia dan juga warga kepulauan Nias kita bisa mengusulkan Personil BPP-PKN Yang punya kekuatan untuk itu ;
Brigjen Bahagia Dachi. (Tokoh birokrat institusi Polri) yg punya link pada partai dan Pemerintah, serta eksekutif.
Marinus Gea, S.ik (anggota DPR RI ) yang punya sepak terjang lobi politik tingkat tinggi, baik ditingkat daerah, provinsi dan pusat. Ditambah lagi beliau Kader PDIP. Nah tentu ini sangat gampang membangun relasi baik secara partai, akademik, dan lintas Kementerian.
Drs. Idealisman Dachi (Punya pengalaman sebagai Anggota DPR RI dan juga mantan Bupati Nias Selatan) apalagi sekarang beliau sudah jadi Kader Golkar. Memungkinkan beliau bisa tahu celah dimana kita harus memulai bergerak.
Prof. Yasona H Laoli. Beliau ini punya sepak terjang sebagai politisi berdarah dingin tapi mampu merajut kebersamaan sesama Ono Niha. Ditambah lagi Jabatan beliau saat ini sebagai Menkumham dan Kader PDIP terbaik. Tentu dengan segudang pengalaman beliau dan kedekatan dengan Petinggi Partai termasuk Presiden RI, dan bisa melobi.
Jadi dapat disimpulkan bahwa harus sesegera mungkin dilakukan evaluasi terhadap BPP-PKN baik secara personal dan juga tahapan tahapan yang disiapkan untuk itu.