NAWACITAPOST.COM - Ganjar Pranowo terus meningkat elektabilitasnya sejak resmi diusung Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) menjadi calon presiden (capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Berdasarkan survei dari Lembaga survei Poltracking Indonesia terkait elektabilitas capres 2024 mendatang. Bahwa, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo masih teratas. Sedangkan, Anies Baswedan turun drastis.
Survei metode multistage random sampling itu melibatkan 1.220 responden warga dari usia 17 tahun hingga orang suda menikah atau 50 tahunan.
Dari survei tersebut, margin of error survei berada di +- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%, survei tersebut dilakukan dengan tatap muka langsung.
Dalam keterangan survei diawali dengan simulasi 20 nama calon presiden. Responden awalnya diberi pertanyaan 'Di antara calon presiden berikut ini, siapa yang akan Bapak/Ibu/Saudara pilih dalam Pilpres 2024?'.
Hasilnya, Prabowo ada di urutan teratas yang dipilih responden dengan angka 28,8%, disusul Ganjar 27,5% dan Anies Baswedan 19,3%.
Prabowo Subianto: 28,8%
Ganjar Pranowo: 27,5%
Anies Baswedan: 19,3%
Ridwan Kamil: 3,0%
Agus Harimurti Yudhoyono: 2,8%
Erick Thohir: 2,3%
Sandiaga Uno: 1,7%
Andika Perkasa: 1,6%
Ahmad Heryawan: 1,3%
Mahfud Md: 1,2%
Khofifah Indar Parawansa: 0,8%
Muhaimin Iskandar: 0,7%
Airlangga Hartanto: 0,4%
Puan Maharani: 0,3%
Simulasi kemudian dikerucutkan menjadi 10 nama. Hasilnya ketiga nama tersebut tetap berada di hasil teratas. Rinciannya sebagai berikut:
Prabowo Subianto: 30,1%
Ganjar Pranowo: 28,3%
Anies Baswedan 20,4%
Ridwan Kamil: 3,3%
Erick Thohir: 2,8%
Agus Harimurti Yudhoyono: 2,8%
Sandiaga Salahuddin Uno: 1,7%
Muhaimin Iskandar: 1,6%
Airlangga Hartanto: 0,7%
Puan Maharani: 0,5%
Dengan simulasi survei tersebut bahwa responden lebih menaruh kepercayaan kepada ketiga nama yang sudah populer yakni rabowo Subianto berada di urutan teratas (33%), disusul Ganjar Pranowo (31,1%) dan Anies Baswedan (22,4%).
"Kami mengukur elektabilitas capres mulai dari 20 simulasi nama kemudian 10 dikerucutkan dan menjadi 3. Kenapa tiga, karena yang kuat, diulang-ulang surveinya selalu tiga itu," kata Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda, Jumat (28/4/2023).
Selanjutnya, Hanta Yda juga memaparkan bahwa periode survei tersebut dilakukan saat mencuatnya polemik pembatalan U-20.
Akan tetapi sebelum PDIP mendeklarasikan Ganjar sebagai Bakal Calon Presiden (Bacapres). Selain itu, Hanta menilai nama-nama capres yang muncul cukup kompetitif sehingga pemilihan cawapres bisa menentukan perolehan suara.
"Ini setelah ada koreksi isu U-20 tapi belum ada deklarasi Ganjar Pranowo. Angkanya Prabowo-Ganjar terpaut tipis di margin error tapi relatif terpaut di atas Pak Prabowo 28,8%. Disusul Ganjar di 27,5% lalu Anies baswedan 19,3%.
"Peta elektabilitas capres yang cukup kompetitif tadi, kedua beda kalau Pak Jokowi di periode kedua, Pak SBY periode keduanya bisa leluasa ambil cawapres, maka di mana peta ketiga orang cukup kompetitif, maka variabel cawapres cukup penting dilihat," ujarnya.