Kamis, 4 Juni 2026

Saiful Huda Ungkap Moeldoko Enggan Komentari PK Partai Demokrat

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Minggu, 9 April 2023 | 11:54 WIB

Jakarta, NAWACITApost.com - Kepala Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat KLB Pimpinan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Saiful Huda Ems (SHE) menjawab pertanyaan banyak media terkait diamnya Moeldoko tentang Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh DPP Partai Demokrat KLB. Menurutnya, hal itu merupakan hak Moeldoko untuk tidak banyak memberikan banyak komentar sebagai bentuk pertahanan partai.

"Persoalan Ketua Umum Partai Demokrat KLB, Pak Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko yang masih belum mau berkomentar soal PK, itu hak beliau sebagai Ketua Umum yang bisa jadi sebagai bentuk pertahanan partai, agar strategi perjuangan hukum yang tengah ditempuh DPP Partai Demokrat KLB ini tidak bocor ke pihak lawan," beber Saiful, di Jakarta, Minggu (8/4/2023).

Untuk persoalan PK, lanjut Saiful, Moeldoko memang lebih memilih berhati-hati, hemat bicara. Moeldoko juga lebih banyak menyerahkan pada jajaran pengurus di bawahnya saja yang berbicara ke media, hingga beliau bisa tetap fokus mengemban tugasnya sebagai pejabat negara.

Diamnya Moeldoko, kata Saiful, membuat kubu AHY kehilangan kendali hingga melontarkan kata-kata di ruang-ruang publik, yang sangat tidak pantas. Padahal, menurut Saiful 'residivis' sesungguhnya, yaitu keluarga Cikeas.

"Bromocorah Demokrasi itu lebih tepat ditujukan untuk SBY, AHY, dan IBAS atau biasa disebut netizen dengan Trio Cikeas," kata SHE.

Di tangan mereka bertiga, Partai Demokrat berubah menjadi PKC alias Partai Keluarga Cikeas. Kenapa bisa demikian? Karena Partai Demokrat yang awal berdirinya begitu sangat demokratis dan terbuka, didirikan oleh 99 orang, melibatkan banyak tokoh-tokoh politisi berintegritas dan berpengaruh, hingga menjadi partai kebanggaan rakyat, di tangan SBY dan AHY serta IBAS mendadak semuanya berubah.

"Partai Demokrat yang didirikan 99 orang, oleh SBY diubah menjadi didirikan oleh SBY sendiri, walaupun ada satu lagi orang lain yang dimasukkan sebagai pendiri itu orang yang sudah meninggal dunia, yakni Pak Ventje Rumangkang," kata dia.

SBY pada awalnya hanyalah tamu Undangan, yang di depan Presiden Megawati Soekarnoputri dan media-media nasional kala itu sangat menyepelekan bahkan menertawakan Partai Demokrat yang dianggapnya partai yang masih baru dan tidak pantas mengusung dia sebagai Capres 2004. Namun, Partai Demokrat di tangan Trio Cikeas menjadi partai dinasti yang sangat tidak demokratis, tertutup dan terlalu banyak pungutan liar yang membuat stres kader-kadernya sendiri.

"Makanya jangan heran, di partai ini kader-kadernya banyak yang tertangkap KPK atau berurusan dengan penegak hukum. Entah itu karena terlibat korupsi atau yang terlibat skandal dengan perempuan atau dengan sabu-sabu dan lain-lain," ujar SHE.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB