Jakarta, NAWACITApost.com - Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa mengatakan berdasarkan hasil survei dan ketika melihat kalkulasi politik dan poros politik yang ada di Indonesia per hari ini ada 3 parpol yang bisa menentukan arah koalisi.
Parpol tersebut yang pertama adalah PDI Perjuangan, Gerindra, dan Partai Golkar artinya dari sumbu polres ini akan muncul capres atau cawapres dari Koalisi yang akan dibentuk, untuk per hari ini saja berdasarkan dari berbagai lembaga survei ada figur yang masuk dalam tiga besar yaitu yang pertama ada Ganjar Parnowo yang tentunya secara kultural dan etika politik berasal dari partai PDIP Perjuangan meskipun PDI Perjuangan belum menentukan capres ataupun cawapres yang akan diusung.
Kedua adalah dari partai Gerindra, menurut Herry Mendrofa sudah diketahui bersama bahwa sejak tahun 2009 sampai 2019 ada capres yang figurnya kuat di dalam tubuh partai tersebut yaitu Prabowo dan keputusan dari koalisi ataupun dari internal partai Gerindra itu sampai hari ini adalah Pak Prabowo
Ketiga adalah Partai Golkar, koalisi yang akan dibangun oleh Partai Golkar secara struktur partai dan mesin partai itu terbilang mumpuni meskipun per hari ini juga figur belum bisa ditentukan karena dinamika dan konstelasi politik begitu dinamis dan cair. Pencapresan ini akan final ketika sudah ada figurnya pada saat deadline pendaftaran capres atau cawapres.
Selain dari 3 partai tersebut dalam posisi 3 teratas dari beberbagai lembaga survei, ada peluang untuk figur yang belum diusung partai tapi lagi heboh termasuk mantan Panglima TNI Moeldoko dan Jenderal TNI Andika Perkasa.
Menurut Direktur Eksekutif CISA Herry Mendrofa, secara rasional dan cukup realistis ketika figur-figur tersebut diusungkan maka tergantung dari parpol mana yang akan berminat untuk meminang figur-figur tersebut.
Secara konstitusi syarat pencapresan itu harus parpong suara parpol dan gabungan parpol artinya ada bentukan polisi ketika koalisi sudah final dengan calonnya. Figur tersebut dapat meyakinkan itu tergantung karena masyarakat.
Saat ini masyarakat sudah melek dengan teknologi, referensi politik cukup luar biasa dari media sosial dari rekor sekarang masyarakat dapat melihat track record prestasi dari setiap figur yang akan mencalonkan jadi capres dan cawapres.
Dalam pemilihan capres dan cawapres pada pemilu 2024 nanti pemerintah harus benar benar murni untuk mewujudkan anti korupsi.
"Poin yang paling penting adalah bahwa pemerintah kedepannya capres itu harus benar-benar murni dan benar-benar mewujudkan yang namanya anti korupsi karena isu ini masih menggelinding begitu saja jadi tidak ada satu kekuatan atau stimulus kuat untuk meyakinkan publik anti korupsi itu presidennya jadi figurnya harus bebas dari situ karena ini salah satu aspek yang cukup menentukan kepemimpinan ke depan seperti itu", Ujar Direktur Eksekutif CISA Herry Mendrofa.