Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Isu kocok ulang kabinet alias isu reshuffle kembali memanas akhir-akhir ini. Kini beredar dugaan salah satu partai yang diisukan bakal didepak dari kabinet Presiden Jokowi ialah dari Partai Nasional Demokrat (NasDem). Lantas bagaimana jika hal tersebut benar terjadi pada Partai Nasdem?
Baca Juga : Isu Reshuffle Kabinet, Jokowi Diprediksi Pilih Eks Panglima TNI Andika Perkasa Jadi Menteri?
Menurut Direktur eksekutif dari Indonesia Political Institute Karyono Wibowo menyebutkan, jika Nasdem terdepak maka tidak menutup kemungkinan Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai Nasdem bakal memberikan perlawanan dengan memposisikan Nasdem sebagai oposisi bersama dua partai lain yaitu Demokrat dan PKS.
“Tentu saja, Nasdem akan berubah menjadi partai oposisi terhadap pemerintah,” kata Karyono dikutip dari Wartaekonomi.co.id.
Namun jika hal tersebut terjadi, maka Nasdem akan mengalami sejumlah cobaan terutama akan semakin terlihat ketika telah menyatakan mengusung Anies Baswedan sebagai capres pada pemilu mendatang.
"Jika itu terjadi, perlu dikaji apakah akan menaikkan elektabilitas Nasdem? Tapi faktanya, pasca deklarasi Anies justru di internal Nasdem terjadi turbulensi meskipun Surya Paloh berusaha untuk mengendalikan perbedaan pandangan politik yang terjadi di internal,” ujar Karyono.
Ia juga menambahkan posisi Nasdem serba salah setelah mengumumkan Anies Baswedan menjadi calon presiden pilihannya.
"Posisi Nasdem bagai buah simalakama. Pasca deklarasi Anies sebagai capres, justru berdampak buruk. Sejumlah hasil survei menunjukkan elektabilitas Nasdem menurun, tidak berbanding lurus dengan kenaikan elektabilitas Anies,” ucapnya.
Sementara itu, Karyono juga menuturkan jika Presiden Joko Widodo akan mengambil calon menterinya dari luar partai politik koalisi pemerintah jika terjadi reshuffle.
"Menurut saya, ada kemungkinan presiden berusaha memasukkan partai di luar pemerintahan untuk membangun keseimbangan kekuatan (balance of power). Kesimbangan kekuatan diperlukan untuk menjaga stabilitas politik dan untuk mencapai tujuan politik ke depan,” tutupnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi sudah memberikan sinyal kemungkinan adanya perombakan kabinet atau reshuffle kabinet. Hal ini disampaikan Jokowi usai meresmikan Bendungan di Kabupaten Bogor pada Jumat, (23/12/2022).
Presiden mengatakan bahwa reshuffle tersebut mungkin dilakukan, “Mungkin,” ujar Presiden Jokowi.
Namun ia tidak menyebutkan kapan reshuffle tersebut akan dilakukan, apakah akhir tahun 2022 atau awal 2023. “Ya nanti,” sambungnya.