foto: tangkapan layar You Tube Cokro Tv, Pegiat media sosial, Denny Siregar

Jakarta, NAWACITAPOST- Pegiat media sosial Denny Siregar kembali berkomentar pedas dia menilai banyak pihak yang sengaja mengambil kesempatan dalam kondisi pandemi saat untuk menjatuhkan pemerintah Jokowi.

Denny Siregar mengungkapkan bahwa pemeirntah tidak melakukan lockdown agar situasi tidak semakinparah, lockdown bukan menjadi solusi tetapi membuat lubang semakin menganga seprti luka yang diteteskan jeruk nipis, kalau lockdown teriakan pada minta tolong akan berujung terjadi pada chaos akan bergema ke seluruh Indonesia.

Denny mengaku dibalik kekalutan ini ada saja politisi-politisi  brengsek yang sengaja mengambil kesempatan ini untuk menjatuhkan moral pemerintah.

“Bukan membantu di saat situasi gawat, tapi mereka malah sibuk berpikir bagaimana menjatuhkan Jokowi dari kursi kekuasaan, “ kata Denny daikutip Nawacitapost, video CokroTV, Rabu (11/8/2021).

Baca Juga: https://nawacitapost.com/nasional/2021/08/10/pernah-tantang-covid-19-denny-siregar-belum-jadi-presiden-ustaz-yahya-waloni-sudah-terkapar-di-rs

Denny menyebutkan cara yang dilakukan untuk nmenjatuhkan Jokowi adalah yang pertama dating dari  BEM UI yang  memanfaatkan untuk menaikan nam pengurusannya ke permukaa.

“ Mereka berhasil dengan modal meme yang di bilang kritik tetapi sebenarnya lebih tepat adalah menghina itu, bahkan mereka membuat keributan. Mereka menyebut Jokowi sebagai ‘King Of Lip Service, atau raja Cuma jago omong,entah dasar apa yang mereka pakai sehingga keluar julukan itu” jelasnya.

Menurut dia, Jokowi telah berhasil membangun infrastruktur yang sangat dibutuhkan untuk membangun askes ekonomi rakyat.

“Jokowi di dalam kondisi biasa berhasil membangun ribuan kilometre jalan raya, puluhan bendungan besar supaya kita punya ketahanan pangan, tetapi bukan itu esensinya, ada kemungkinan adek-adek BEM UI ini dimasnfaatlkan untuk memicu keributan supaya ada gelombang ketidakpercayaan kepada pemerintah dan berujung pada demo besar, benar saja perkiraan saya,nggak lama sesudah meme BEM UI yang bikin rebut itu muncul ajakan gerakan demo besar  tanggal 5 Juli lalu dengan mengatasnamakan BEM UI,” ucapnya.

Baca juga :  Menjaga Negeri dari Kebhinekaan, Denny Siregar : Selalu Ada Penghianat Untuk Pecah Belah Bangsa

Menurut dia,ajakan demo besar-besaran itu sempat heboh dimedia sosial  di grup-grup Whatshap, spanduk di pinggir jalan.

“Siapa yang menyebar ajakan itu, kita masih menunggu dalangnya, Pasti itu dilakukan oleh para politisi brengsek yang ingin yang memanfaatkan situasi Covid-19 ini. BEM UI sendiri akhirnya,” ujarnya.

Bahkan ada petujuk lain dari dating dari seruan Ketua Umum HMI MPO Affandi Ismail yang menyerukan revolusi terhadap pemerintah sekarang.

“Ini adalah tindakan yang kurang ajar karena disaat orang sibuk bergelut dengan Covid-19 ada yang bermain  di ujung apinya unjungnya untuk kepentingan pribadinya. Seruan Affandi Ismail ini langsung dibantahkan oleh pecahan HMI MPO lainnya,mereka menganggap kalau seruan Affandi Ismail bukan atas nama HMI, tapi seruan dari Affandi Ismail, karena saat ini HMI MPO menjadi dualisme kepemimpinan,” ucapnya.