Surabaya NAWACITAPOST – Menanggapi berbagai isu kebangsaan akibat pandemi Covid-19 sekaligus perkuatan peran perempuan dalam perhelatan politik tiga tahun mendatang, ditahun terakhir kepengurusannya DPW Perempuan bangsa Jawa Timur menggelar agenda Musyawarah wilayah (Muswil) yang mengambil tema “Perempuan Tangguh, Ekonomi Bangkit, Indonesia Sejahtera”.

Selain hal itu, yang tak kalah penting adalah agenda pemilihan kepengurusan yang baru periode 2021-2026.

Dalam amanatnya, Ketua DPW PKB Gus Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) sempat memuji-muji peran Perempuan Bangsa (PB) Jatim yang menurutnya melebihi peran PKB sendiri. Khususnya di Pilkada serentak kemarin, penggerak dan rekruitmen PKB banyak kader perempuan.

Gus Halim sapaannya menargetkan kemenangan Pileg, Pilpres dan Pilkada pada Pemilu 2024, maka dari itu harus di persiapkan dengan sungguh-sungguh dan terukur.

Sebagai badan otonom partai dengan basis kader perempuan, posisi Perempuan Bangsa menjadi sangat strategis secara electoral. PB adalah wajah partai untuk soal-soal penguatan isu dan keberpihakan terhadap perempuan dan kelompok marginal. Hadir dengan performa sebagai partai advokasi juga mengharuskan PB menjadi bagian tak terpisah dari perjuangan panjang pengarusutamaan gender di Indonesia.

Hal senada dikatakan Ketua Umum DPP PB, Siti Mukaromah. Dalam sambutannya ia menargetkan 30 kursi untuk DPR RI dari unsur perempuan, GCK ( Griya Curhat Keluarga ) diharap menghadirkan nilai manfaat bagi masyarakat dan jadi Ibu Perempuan Indonesia. Kursi PKB belum merata di seluruh Provinsi maka menjadi tugas DPP untuk melakukan konsolidasi diseluruh Indonesia.

Anggota DPR RI Fraksi PKB Komisi VI ini menambahkan, beban perempuan bangsa tidaklah ringan diperlukan upaya yang serius dan lebih tertata lagi agar kerja-kerja PB dapat diukur capaiannya.

Penataan yang dimaksud baik di internal kelembagaan PB, hubungan PB dengan induk partai maupun jaringan PB ke luar. Perencanaan strategis perlu dilakukan, agar ada standar indikator yang jelas dan terukur. Karenanya, dalam momen Muswil PB Jatim periode 2017-2021 ini perlu dirumuskan pedoman umum atau garis besar program PB Jatim untuk lima tahun mendatang.

Baca juga :  Kunjungi Ulama, Wakil Ketua DPR Muhaimin : Membangkitkan Ekonomi Sebagai Pilar Penyangga Kekuatan Umat

Ketua Perempuan Bangsa Jawa Timur Hj. Anik Maslachah dalam pengarahannya menekankan bahwa Perempuan Bangsa harus sejalan dengan Induk Organisasi dan pada Pilpres 2024 Perempuan Bangsa jadi support terbesar untuk mensuskeskannya.

Politisi perempuan yang juga Sekretatris DPW PKB Jawa Timur berharap bahwa Perempuan Bangsa di Jawa Timur akan meraih kemenangan kembali, bekerja keras untuk menang di Pileg dan Pilpres 2024 mengantarkan Ketum Gus AMI (Muhaimin Iskandar. red) sebagai Calon Presiden dengan peningkatan jumlah suara pemilih perempuan (women’s electoral participation).

Secara alamiah menurut Anik, perempuan dan utamanya ibu menjadi penerima beban yang lebih berat di saat pandemic. Mulai dari soal pembelajaran daring yang memberikan beban lebih dalam pengasuhan anak, hingga soal keterpurukan ekonomi keluarga. Tak heran, angka KDRT meningkat semasa Pandemic, demikian juga dengan kekerasan seksual terhadap anak dengan pelaku anak maupun orang dewasa, pernikahan dini usia hingga perceraian. Menjadi pe-er terdekat kita semua adalah bagaimana bersikap dan bertindak konstruktif merecovery dampak pandemic Covid-19 ini.

Oleh karena effect pandemi covid 19 saat ini menambah berat peran perempuan maka Muswil DPW Perempuan Bangsa Jawa Timur mengambil tema “ Perempuan Tangguh, Ekonomi Bangkit, Indonesia Sejahtera, “ tambah Anik.

Ia menambahkan, Perempuan Bangsa (PB) adalah organisasi sayap Partai PKB yang beranggotakan perempuan maka dituntut peningkatan kualitas SDM untuk mengisi berbagai lembaga strategis.Dan dengan Muswil inilah bagian dari jalan untuk melakukan penataan struktur PB. melakukan penataan seluruh DPC PB menyiapkan kemenangan biar tidak hanya jadi penonton affirmative saja, tuturnya

Ditempat terpisah, menanggapi Kondisi obyektif masa pandemi ini, Ibu Umi Zahrok menjelaskan bahwa kondisi pandemi covid 19 menyisakan kemunduran di semua bidang. Bidang pendidikan memunculkan fenomena kehilangan pembelajaran (learning loss) bagi 534.588 siswa di 1.225 SMA/SMK Jawa Timur. Di bidang kependudukan terjadi ledakan angka kelahiran (baby boom) lantaran mobilitas terbatas.

Baca juga :  Ibas Yudhoyono Sebut Negara Gagal, Dunia Internasional Akui Jokowi

Belum lagi persoalan pernikahan di bawah usia 20 tahun serta Pasangan Usia Subur (PUS) mencapai 7.849.073 orang. Bidang ekonomi pertumbuhannya terkontraksi mencapai 2,39 persen. Sektor paling terdampak antara lain: akomodasi, transportasi, retail, dan manufaktur, serta penurunan aliran modal, yang memicu korban PHK ±1.668.689 orang, serta jumlah penduduk miskin masih mencapai 4.419,10 ribu jiwa (BPS Jatim, 2020).

Untuk Mengurai problem kemasyarakatan diatas menurut Umi Zahrok Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur membutuhkan partisipasi multi stakeholders termasuk organisasi sosial kemasyarakat, termasuk organisasi perempuan sayap parpol seperti Perempuan Bangsa. Ketangguhan perempuan PKB dikuatkan lewat penguatan kelembagaan Perempuan Bangsa. Hingga tak hanya dapat melewati pandemic ini dengan tangguh, tapi juga tetap produktif merajut masa depan yang lebih baik.

Pada kesempatan berbeda, ketua panitia Muswil, Hj. Laila Mufidah mengaku bangga pilihan politiknya berada di barisan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Wakil ketua DPRD Surabaya ini menilai semakin kedepan, kiprah politisi perempuan di PKB semakin menunjukkan kematangan baik dalam menjalankan organisasi maupun sebagai pemimpin dalam hal kapasitas dan kualitas.

Harapannya, PKB semakin memperluas ruang gerak politisi perempuan khususnya kepada kaum muda, sehingga PKB tidak hanya dikenal sebagai partai orang sepuh melainkan juga dikenal sebagai jembatan bagi perempuan dan kaum muda bangsa. (BNW)