Pemerintah Dingatkan Pentingnya Siapkan Instrumen Pesolalan Sampah Medis

0
224
Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin.

Jakarta, NAWACITA.COM – Persoalan lingkungan yang disebabkan limbah medis sejak pandemic Covid-19 tiap bulannya juga akan berdampak pada waktu yang sangat lama. Karenanya, pemerintah harus siapkan cara atasi permasalahan kelangsungan hidup tersebut.

“Berdasarkan hasil penelitian lembaga Ocean Conservacy, sejak pandemi Covid-19 dimulai setiap bulan manusia menghasilkan 129 miliar sampah masker dan 65 miliar sarung tangan sekali pakai,” sebut anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin dalam keterangan persnya, Rabu (6/1/2021).

BACA JUGA :Mengkhawatirkan, Korban Covid-19 Meningkat, Ruang Rawat Menipis

Legislator Senayan dari Fraksi PKS ini punmengingatkan pentingnya pemerintah untuk menyiapkan instrumen mengatasi persoalan sampah tersebut. Sebab, menjurut Akmal persoalan lingkungan ini, dampaknya bukan saja pada saat ini saja, namun berakibat timbulnya berbagai persoalan pada jangka waktu yang sangat lama.

“Sebagian besar sampah tidak dibuang dengan benar dan berakhir di laut, hal ini memperparah pencemaran di laut. Kita semua mesti menyadari, bahwa persoalan laut ini sama pentingnya dengan persoalan oksigen di udara yang selama ini ditopang hutan-hutan yang ada di muka bumi,” urainya.

Sambung Akmal, jangan sampai abai yang berujung terganggunya eksistensi kehidupan makhluk hidup di bumi, terutama manusia yang menjadi pengatur utama kelangsungan kehidupan di dunia. “Pencemaran di luat ini akan menjadi bom waktu ekologis yang akan menjadi ancaman bagi ekosistem,” ungkapnya.

Akmal menegaskan, untuk itu pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan mitra Komisinya untuk saling bekerja sama mengatasi persoalan sampah di laut. “Ancaman saat ini yang ada di hadapan kita adalah, Masker dan sarung tangan dapat menjadi pembunuh bagi ekosistem laut seperti paus, lumba-lumba, dan lain-lain,” terangnya.

Akmal juga menyatakan, untuk mengatasi persoalan sampah laut ini, memang  perlu didukung dengan kesadaran yang tinggi dari masyarakat. Masyarakat harus mengetahui bahwa limbah medis yang terbuang ke laut sangat berbahaya bagi kehidupan di laut.

“Kerjasama dan koordinasi antar Kemterian Lembaga, dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Pusat Studi Oceanografi di LIPI juga sangat diperlukan. Kerjasama dan dukungan data yang baik akan memastikan kebijakan dan langkah yang tepat dalam penanganan limbah Covid-19,” tambahnya. (OSS)