Ketua BEM UI Fajar Adi Nugroho Membela FPI = Mendukung Radikalisme dan Intoleransi?

0
498

Jakarta, NAWACITAPOST – Fajar Adi Nugroho adalah kader HMI komisariat UI. Saat pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dirinya mencalonkan atau dicalonkan, yang jelas Fajar terpilih.

Baca Juga : FPI Dilarang, Kelompok Radikalisme Ketakutan

BELUM  genap sebulan dirinya mengeluarkan pernyataan yang melakat dengan jabatan BEM UI. Mempertanyakan, mengapa Pemerintah membubarkan FPI? Sederet pertanyaan dan pernyataan seolah-olah pemerintah arogan dan salah. Tidak menerapkan prinsip-prinsip demokrasi. Disuarakan Fajar dengan sebutan pemerintah anti demokrasi.

Mahasiswa memang sebagai penerus bangsa. Berani berbeda dan tidak populer, sebutan itu melekat padanya, termasuk Fajar. Maksudnya ingin disebut pahlawan apa namanya.  Tapi yang dibela Fajar,  FPI kelompok ormas bercorak preman plus teroris.

Bagaimana tidak? Secara resmi dalam konferensi pers di akhir tahun 2020 Menkopolhukam Mafud MD dan Wamenkumham Eddy Hairej memberi stempel kelompok yang berafiliasi dengan ISIS. Pemenggalan kepala menjadi hal lumrah, itu terucap resmi dari Video ceramah Rizieq Shihab. Bahkan ratusan kelompok tersebut terlibat teroris dan menjalani hukuman.

Arogansi dikedepankan dan diutamakan. Sweping yang hanya ada di otoritas aparat keamanan negara. Mereka ambil dan serobot. Seakan merekalah berhak menjadi penguasa. Negara diatas negara menjadi pijakannya.

 

Ketua BEM UI Fajar Adi Nugroho 2020 – sekarang

Seharusnya Fajar menengok, melihat dan mencermati secara seksama bahwa yang dibela ini adalah kelompok yang ketika diberikan ruang kebebasan, maka akan melaksanakan kebebasanan itu dengan caranya bukan berpatokan pada cara negara.

Sebagai mahasiswa, Fajar harusnya melihat penderitaan rakyat Suriah dan Irak yang tercabik-cabik karena paham dan pelaksanaan radikalisme. Intolerransi di dua negara itu menjadi hal biasa. Hukum negara tak berlaku. ISIS biang keroknya penghancur dua negara tersbeut.

Ketika ada kelompok yang mendewa-dewakan dan mengagung-agungkan bahkan menjadikan ISIS sandarannya, bisa dipasatikan mereka pendukung radikalisme yang merobek-robek sendi bernegara. Jadi apakah Fajar melihat dan bercermin pada hancurnya kebangsaan kita karena membela kelompok pendukung dan penggerak radikalisme.

Entah apa yang merasuk pikiran dan memori Fajar sampai membela FPI yang telah banyak merugikan bangsa dan negara. Korban akibat ulah FPI sudah tak terhitung banyaknya. Kelompok FPI hanya berani, galak dan garang dengan kekuatan konstituen (massa yang banyak).

Perlu diingat dan mungkin dilakukan oleh Fajar orang nomor satu di BEM UI. Bahwa pembubaran dan pelarangan FPI. Setidaknya sudah membuat turun bahkan mencapai titik nol kelompok radikalisme dan intoleren berulah. Tak terdengar kelompok itu menguasai gang, jalanan dan wilayah lagi.

Kelompok itu sudah dikubur hidup-hidup. Terbukti kelompok ormas lainnya pun sudah menghormati keputusan pemerintah tentang pembubaran dan pelarangan FPI.

Memang Fajar bukan FPI hanya membela dengan ucapan yang katanya kritis kepada pemerintah. Seharusnya, ucapan itu dimatikan dalam tempat gelap. Jika Fajar berucap ditempat terang membela FPI maka diduga Fajar pendukung radikalisme?

Dan, dugaan lainnya, Fajar bisa dikategorikan menumbuhkan bibit-bibit radikalisme. Walaupun dirinya bukan bagian dari FPI, tetapi pembelaan kepada FPI, menjadi dasar bahwa dia ada dibarisan FPI.