Pilkada Usai, Ghoni Ajak Masyarakat Bersatu kembali

0
242
Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD kota Surabaya

Surabaya NAWACITAPOST – Terkait kemenangan Eri Cahyadi – Armuji versi hitung cepat di Pilwali kota Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD kota Surabaya sungguh mengucap syukur. Pernak-pernik Pemilu Kada telah menyedot tenaga, pikiran dan segala macam dari masyarakat Surabaya, ujarnya kepada NAWACITAPOST, Kamis (10/12/20).

” Saat itu ada irisan yang luar biasa di tatanan masyarakat. Seyogyanya, mari kita bersatu kembali menyatukan kebaikan yang tertunda,” ungkapnya.

Dewan yang berangkat dari Dapil Surabaya III ini menjelaskan, semangat luar biasa sudah ditunjukkan oleh masyarakat Surabaya sebagai kota Pahlawan. ” Masyarakat Surabaya adalah masyarakat yang cerdas dan luar biasa. Kami berharap kepada pihak yang kalah untuk bersama ikut memajukan kota Surabaya ini menjadi lebih baik,” ajak Ghoni.

Bicara kekuatan pendukung Eri-Armuji, Ghoni mengaku sangat jauh dibanding MA-Mujiaman lawannya, Paslon 02 didukung 8 Partai dengan 31 anggota Dewannya, sedang 01 hanya didukung oleh PDI-P dan dibantu oleh PSI dengan jumlah 19 anggota Dewannya. Namun kuncinya tetap di masyarakat yang bergotong royong ingin meneruskan kebaikan Bu Risma.

Lanjutnya, ini bukan kekalahan strategi dari kubu sebelah, tapi kristalisasi di masyarakat ini sudah muncul. ” Bayangkan, Surabaya kota Pahlawan yang orang-orangnya blak-blakan. Gimik-gimik sampai politik identitas sudah dimunculkan, tapi hari ini setelah Pemilu kada saya berharap bisa bersatu kembali,” kata politisi NU ini.

Supaya tidak ada lagi perpecahan, Ghoni mencontohkan misalnya banyak buat ‘Meme’ gambar Eri dan Machfud bertuliskan ‘ojok gegeran gara-gara aku rek’. Hal ini paling tidak bisa mendinginkan suasana dibawah.

” Jadi, kita sudah melihat hasil Quick Count kemenangan ERJI sekitar 13 persen, tinggal menunggu hasilnya dari KPU,” terangnya.

Ditanya terkait kemungkinan gugatan, Ghoni mengatakan ada mekanisme yang lain sebagai wadahnya. Dalam hal ini, selaku sekretaris Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) kota Surabaya, mengaku pihaknya sudah mempersiapkan secara data.

” Kemarin sore setelah Quick Count, kita melihat kemenangan yang luar biasa sehingga pak Ketua (Adi Sutarwijono) memproklamirkan diri untuk menyatukan warga kota Surabaya dan menyatakan bahwa kemenangan bukan hanya untuk Paslon 1 melainkan kemenangan warga Surabaya,” katanya.

Kedepan, Ghoni juga berharap tidak ada disparitas atau tebang pilih dalam pembangunan kota Surabaya, karena kota yang baik itu adalah melibatkan masyarakat secara keseluruhan dan bukan persoalan ‘like and dislike’ yang dikedepankan.

” Kita tidak ingin ini terjadi, karena menyelesaikan kota Surabaya ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas seluruh warga Surabaya sehingga menjadi lebih baik lagi,” terang Ghoni.

Dulu, menurut Ghoni, pak Bambang DH sudah menata pondasi ini dengan baik. Setelah itu dilanjutkan oleh Bu Risma yang sudah dengan baik menata pernak-perniknya.” Memang di era Bu Risma masih ada kekurangan, dan nantinya akan disempurnakan mas Eri saat memimpin.”

Untuk pemerataan pembangunan, Ghoni berujar sudah menjadi tagline pihaknya. Sesuai dengan amanat permendagri 160 terkait dengan Dana Kelurahan sebenarnya sudah clear mengatasi persoalan-persoalan itu. ” Cuma memang persoalannya adalah human resource (Sumber Daya Manusia) nya harus ditata lebih baik lagi dan berkelanjutan. Usulan-usulan ditingkat bawah harus terdokumentasikan dengan baik. Kami di DPRD pasti akan selalu mengawal persoalan-persoalan itu sebagai fungsi atau mitra kerja eksekutif,” terang anggota komisi C ini.

Menurut Ghoni, itu sudah dipertegas dengan Perwali 68. Bagaimana pemanfaatan dan pembangunan infrastruktur harus ada. ” Semua paslon tidak lepas dari situ karena payung hukumnya sudah ada, tinggal dilanjutkan dan diimplementasikan. Perlu diingat, hari ini kita masih mengalami musibah yang luar biasa yakni masa pandemi Covid-19 dan dibutuhkan kerja bersama,” papar Ghoni.

” Tinggal hari ini, semua kegalauan yang sudah terjadi di masyarakat kita tutup bersama, saling memaafkan serta bagaimana merajut dan menjaga kota yang majemuk ini menjadi kota yang toleran sehingga dapat bersatu bersama menata menjadi kota yang lebih baik lagi,” tandasnya. (L1)