Nelayan Greges : Selamat Tinggal Masa Suram

0
232

Surabaya NAWACITAPOST – Suasana gembira terlihat pada wajah-wajah para Nelayan Greges yang mendapat kunjungan dari Mujiaman Calon Wakil Wali Kota Surabaya, Rabu (2/12/20)

” Selama ini para nelayan hanya dijadikan obyek tambal butuh untuk memenuhi hajat para tokoh yang akan maju dalam kontestasi politik,” ujar Murdianto koordinator acara sekaligus ketua Relawan Kelompok Pendukung Machfud Arifin (KPMA).

Untuk menepis anggapan seperti itu, Antok sapaan arek Keputran ini bermaksut mengajak para nelayan untuk terlibat dalam Supertim bersama-sama Machfud Arifin-Mujiaman membangun Surabaya, khususnya dalam hal kemaritiman.

Selama puluhan tahun, masih Antok, Nelayan disini merasa dianak tirikan dalam hal pembangunan. “Mereka ingin Kampung Nelayan Greges juga merasakan pembangunan sesuai janji kampanye pasangan yang dulu masuk kesini,” ujarnya.

Sementara Isbandi salah seorang warga Nelayan menjelaskan, kunjungan Mujiaman kekampungnya memberi semangat kepada warga untuk ikut bersama membangun kawasan Greges.

” Sebenarnya, sejak dulu kami ingin disini dibangun rusunawa dan fasilitas olahraga. Sudah lama kami sampaikan ke Pemkot tapi sampai hari ini belum ada tanggapan apalagi realisasi,” katanya.

Ia berharap kedepan pasangan MAJU dapat merealisasikan keinginan warga Nelayan Greges. ” Selamat Tinggal Masa Suram Nelayan. MAJU Kotane, Makmur Wargane,” tandas Isbandi.

Pada kesempatan yang sama, Mujiaman Calon Wakil Wali Kota Surabaya menegaskan akan membangun Surabaya dari kampung-kampungnya, termasuk kampung Nelayan di Greges ini.

Ia merasa senang sekaligus terharu melihat kondisi kampung Nelayan di RT01 RW04 ini. ” Belum ada support yang berarti dari Pemkot Surabaya kepada warga disini,” akunya.

” Kampung Nelayan disini masih banyak yang harus disuport. Perlu kita tata terutama dalam hal Utilitasnya, syukur-syukur bisa segera kita realisasikan pengadaan rumah susun bagi warga,” ucap Mujiaman.

Bukan hanya Greges, sampai di Pamurbaya keluhan nelayan sama dan perlu disupport keberadaannya, ujar mantan Dirut PDAM Surabaya ini.

Demi meratanya pembangunan, Mujiaman bersama Machfud Arifin Calon Wali Kota sudah membuat program alokasi Rp 150 juta per-RT per-Tahun.

Selain untuk pembangunan infrastruktur kampung seperti sanitasi dan fasilitas warga, dana tersebut juga bisa digunakan untuk pengembangan UMKM, Peningkatan Sumber Daya Manusia dan kesehatan warga.

Untuk menjamin program Wajib Belajar 12 Tahun, Paslon nomer 2 ini juga telah menyiapkan program JENIUS atau Jenjang Pendidikan Berlanjut dan Guru Sejahtera.

Program ini akan meningkatkan kuantitas beasiswa kuliah dalam dan luar negeri menjadi 2.500 mahasiswa per tahun, pendidikan gratis untuk jenjang SD dan SMP, menaikkan insentif pendidikan untuk warga miskin dan meningkatkan insentif untuk hafiz dan hafizah, pengajar TPQ dan TPA serta guru honorer.
” Saat ini pendidikan adalah aset penting bagi majunya suatu bangsa, jika pendidikan tersebut maju maka akan melahirkan generasi generasi cerdas penerus bangsa,” kata pasangan Machfud Arifin Calon Wali Kota ini. (BNW)