Mujiaman : Pemkot Surabaya hanya Perhatikan Sekolah Negri

0
199

Surabaya NAWACITAPOST – Kebijakan Pemerintah Kota Surabaya untuk pendidikan, Mujiaman Calon Wakil Wali kota nomor urut 2 merasa belum berpihak kepada sekolah-sekolah swasta. Hal ini diungkapkannya saat menyapa warga Banyu urip kidul, Senin (30/11/20)

” Selama ini, perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hanya terbatas pada sekolah-sekolah negeri. Yang swasta menderita bahkan banyak yang tutup,” ujarnya.

Ini semua, menurut Mujiaman karena Pemkot salah persepsi. ” Pemkot ingin memajukan sekolah negrinya sehingga meraup siswa sebanyak-banyaknya, sampai-sampai roombel yang tadinya 30 dinaikkan menjadi 40 siswa. Jatah sekolah swasta dimakan oleh negri dan ini salah besar,” tegas mantan Dirut PDAM Surabaya ini.

Apabila MA-Mujiaman dipercaya sebagai Wali kota, dipastikan sekolah swasta harus hidup. ” Mereka ini (sekolah swasta.red) sudah berjuang sejak berpuluh-puluh tahun mendidik siswa siswinya namun perhatian Pemerintah masih terbatas,” katanya.

Mujiaman melanjutkan, sekarang ini masyarakat ragu-ragu untuk masuk ke sekolah swasta karena mahal. ” Kita pastikan, mau sekolah negri, swasta atau agama akan kita berikan beasiswa untuk para siswa agar program wajib belajar 12 tahun bisa terlaksana.”

Angkanya, masih Mujiaman, untuk siswa SD diberikan beasiswa sebesar 600rb, SMP 900rb dan SMA/SMK sekitar 1,2 juta. ” Beasiswa tersebut selain diprioritaskan untuk siswa yang berprestasi juga bagi siswa-siswa yang berlatar belakang keluarga miskin. Dengan demikian dapat mengurangi ketimpangan pendidikan yang terjadi hari ini di Kota Surabaya,” terangnya.

Tak hanya itu, apabila dirinya diberi amanah, kepada mahasiswa yang termasuk dari keluarga berpenghasilan rendah (MBR) berhak menerima beasiswa. ” Tidak sebatas dari PTN saja namun juga bisa dari swasta dan universitas di luar negeri. Dengan ini cakupan penerima beasiswa akan menjadi lebih luas dari sebelumnya,” urai Mujiaman.

Untuk pemerataan pembangunan, nantinya Mujiaman telah menyiapkan alokasi dana APBD Rp 150 juta per-RT per-tahun. Selain untuk pembangunan infrastruktur, dana ini juga dapat dipergunakan untuk peningkatan SDM dan kesehatan masyarakat, termasuk juga untuk pengembangan ekonomi masyarakat melalui UMKM.

Terakhir, Mujiaman berpesan agar masyarakat dapat berbahagia meski di masa sulit Pandemi Covid saat ini. ” Masyarakat harus berbahagia, meski banyak yang belum tersentuh bantuan akibat rancunya data kependudukan,” pesannya.

Maka dari itu, akan disiapkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar 1 juta per-KK per-bulan bagi warga yang belum menerima baik bantuan dari pusat, provinsi dan pemerintah kota Surabaya, tandasnya. (BNW)