Debat Perdana, Samuel : Visi Misi MA-Mujiaman Lebih Jelas

0
306

Surabaya NAWACITAPOST – Debat publik perdana Pilwali Surabaya 2020, Rabu 4 November 2020 bertujuan untuk menyebarluaskan profil, visi misi dan program kerja Pasangan Calon. Sekaligus memberikan informasi menyeluruh tentang Paslon kepada pemilih dan menggali informasi lebih dalam atas setiap tema yang dibahas dan dipaparkan oleh setiap calon.

Debat ini juga diharapkan memberi gambaran kepada masyarakat pemilih Surabaya dalam menentukan pilihan Calon Walikota dan Wakil Walikotanya kedepan.

Tahapan Pilkada oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya yang diselenggarakan di JW Marriot hotel dibagi menjadi 6 segmen debat, kedua Paslon sudah menyampaikan ide dan gagasannya untuk Surabaya kedepan yang lebih maju.

Sebagai pelaku calon Independen Walikota Surabaya, Samuel teguh Santoso menilai, secara keseluruhan Ia memberikan nilai plus Paslon nomor 2 Machfud Arifin – Mujiaman yang mengangkat tema Surabaya Naik Kelas dibanding Paslon nomor 1 yang hanya mengekor dari Walikota saat ini.

” Paslon nomor 2 memiliki visi dan misi yang jelas,” katanya kepada Nawacitapost, Kamis (5/11/20).

Selain itu, MA-Mujiaman juga mampu menjawab semua pertanyaan dengan cepat dan lugas berdasarkan kondisi dilapangan, ujar pria yang berprofesi sebagai advokat tersebut.

Samuel Teguh Santoso

Dalam debat itu, Samuel juga mendengar bahwa sebelum membuat program pro-rakyatnya, Machfud Arifin sudah 10 bulan turun menjumpai ratusan ribu masyarakat Surabaya sekaligus mengadakan penelitian tentang apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini dan kedepan.

” Jadi intinya, pak Machfud dan Mujiaman tidak asal membuat program, tetapi mereka berusaha memenuhi segala kebutuhan masyarakat melalui program-programnya,” kata Samuel.

Samuel mencontohkan, program 150 juta per-RT per-tahun yang digulirkan MA-Mujiaman akan menjadi solusi terbaik untuk pemerataan pembangunan diseluruh wilayah Surabaya. ” Program ini sangat realistis dan sangat dibutuhkan warga. Dana ini bisa digunakan untuk pembangunan dan pembenahan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, peningkatan pendidikan dan kesehatan warga, dsb,” tegasnya.

Disinggung masalah surat ijo, Samuel menilai paslon nomor 2 sangat peduli dengan keberadaan mereka sekaligus siap menyelesaikan apabila diberi amanat menjadi Walkot dan Wawalkot Surabaya kedepannya. ” Paslon 2 peduli dengan warga surat ijo, kedepan akan membebaskan bea restribusi saat proses penyelesaian berlangsung,” katanya.

Pada debat kemarin, Paslon 2 juga membantah pengakuan Paslon 1 yang menyebut kekumuhan di Surabaya sudah tidak ada atau Zero%. Dalam hal ini, Samuel mengatakan Paslon 1 hanya berdasar data dan laporan, sedang paslon 2 membuktikan dengan turun di lapangan.

“ Pembuktian Paslon 2 juga dikuatkan oleh laman resmi milik Pemkot, surabaya.go.id yang menyebutkan per 2019 kawasan kumuh di Surabaya mencapai 43,46 ha atau 434,600 meter persegi yang tersebar di 21 kelurahan. Dari situ, saya meyakini Pak MA mampu merubah kawasan kumuh menjadi kawasan layak huni sehat dan indah,” jelas dia.

Paslon 2, menurut Samuel juga sungguh peduli dengan keberadaan pasar-pasar di Surabaya sebagai pusat perekonomian masyrakat. ” Revitalisasi pasar, sangat diperlukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Terutama Pasar Turi dan Tunjungan. Selain akan menjadikan pasar aman dan nyaman, dalam debat tersebut Pasar turi, pasar Tunjungan bersama pasar-pasar yang lain akan menjadi penghasil ratusan ribu lapangan kerja,” ungkap Samuel.

MA-Mujiaman juga akan mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki oleh Surabaya terutama akses pelabuhan dan bandara internasionalnya. Kemampuan fiskal yang lebih dari 10 triliun tentunya akan sangat mendukung kerangka program kerjanya.

Intinya, dalam debat kemarin Paslon 2 lebih kompak dan memiliki visi misi yang lebih jelas dalam membangun Surabaya daripada Paslon 01 yang hanya menyampaikan keberhasilan kerja Wali Kota Risma tanpa adanya program kedepan.

Selain itu, Samuel menyatakan bahwa Paslon nomor 2 lebih kualitatif, kuantitatif dan realistis untuk merubah Kota Surabaya sesuai fakta dilapangan.

Dari situ, Samuel mengaku sependapat dengan apa yang sudah menjadi program-program MA-Mujiaman, karena memiliki empiris yang komprehenshif di dalam Kota Surabaya. “Saya optimis MA-Mujiaman Wali Kota periode 2020-2025 tentu akan mampu menyelesaikan target program unggulan tersebut. Maka dari itu, saya berharap dalam 100 hari kerja ke depan, MA-Mujiaman bisa merealisasikan apa yang menjadi skala prioritasnya,” tandas ketua DPD Perindo kota Surabaya ini. (BNW)