Surabaya NAWACITAPOST – Menjelang debat kandidat Pilkada Surabaya 2020, Rabu malam (04/11/20), kedua paslon dipastikan sudah mempersiapkan dirinya masing-masing.

Debat publik perdana nanti akan digelar di JW Marriot Hotel dengan mengambil tema ‘Menjawab Permasalahan dan Tantangan kota Surabaya di Era Pandemi Covid’.

Diketahui, debat kali ini akan menghadirkan kedua paslon Wali dan Wakil Wali kota Surabaya yakni Eri Cahyadi-Armuji paslon nomor urut 1 yang diusung oleh PDI Perjuangan dan Machfud Arifin-Mujiaman paslon nomor urut 2 yang diusung delapan partai antara lain PKB, PAN, Gerindra, PPP, Nasdem, Demokrat, PKS dan Golkar.

Melalui hubungan selular, kepada NAWACITAPOST, Hadrean Renanda Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya mengatakan tidak ada persiapan yang berlebihan untuk debat kali ini. ” Mas Eri (Eri Cahyadi) sudah memiliki pengalaman langsung, selama belasan tahun ini sudah menangani persoalan-persoalan di Surabaya,” ujarnya, Selasa (3/11/20)

Begitu pula dengan Armuji atau biasa dipanggil cak Ji, menurut Hadrean, Politisi kawakan PDI Perjuangan ini sudah hampir 25 tahun menjadi anggota Legislatif yang tugasnya mengawal anggaran dan aspirasi masyarakat.

“Jadi Mas Eri dan cak Ji ini sudah terbiasa dan lebih banyak mendengarkan dan menyelesaikan problem-problem yang ada di tengah masyarakat,” tandasnya.

Dihari yang sama, Direktur Media dan Komunikasi Tim Pemenangan Machfud Arifin-Mujiaman, Imam Syafi’i mengatakan, Paslonnya akan tampil natural dengan gaya mereka yang riil dan tangkas dalam debat nantinya.

” Paslon nomor urut 2 ini akan menyampaikan materi sesuai fakta karena keduanya sudah sering dan akan terus blusukan melihat kondisi yang sesungguhnya di lapangan,” ujar Imam anggota DPRD Surabaya dari Partai Nasdem ini.

“Apa-apa yang ada di lapangan akan disampaikan apa adanya. Ini demi melihat Surabaya next level yang lebih baik. Surabaya harus maju kotane, makmur Wargane,” katanya. (3/11)

Baca juga :  Gerindra Deketin PDIP, PKB Cari Teman Koalisi dari Parpol Lain

Imam menegaskan debat publik ini dianggap paslon MAJU sebagai kesempatan untuk menunjukkan Program pro kerakyatan di tengah situasi dan ancaman pandemi corona yang masih mengancam. Namun, semangat memakmurkan warga, pemerataan pembangunan yang berkeadilan, dan utamanya pemenuhan hak dasar warga akan menjadi prioritas utamanya.

” Pandemi harus diantisipasi, tapi membangun kota tetap harus berjalan,” tegas Imam kembali.

Paslon MAJU, masih Imam, akan memastikan bahwa keduanya akan memberi gambaran riil terkait masa depan Surabaya, dari temuan dan fakta yang di lapangan akan dicarikan solusinya.

“Semua akan mengalir natural saja. Apalagi kami juga sudah matang dengan program yang sudah kami susun. Harus riil, masuk akal, dan visibel,” tambah Imam.

Dari hasil survei Poltracking yang menempatkan elektablitas Machfud-Mujiaman pada posisi 51,7 persen menambah kepercayaan diri mereka, sekaligus mengindikasikan tingkat kepercayaan masyarakat kepada pasangan MAJU, tegasnya.

Imam menyebut bahwa hasil survei itu sebagai cerminan kehendak masyarakat yang merindukan seorang pemimpin yang peduli dan mau mendengar, sekaligus sebagai pemacu paslon MAJU untuk makin menjalankan program yang menyejahterakan warga Surabaya. (BNW)