Pilwali Surabaya, Kader PSI Tak Tegak Lurus

0
806

Surabaya NAWACITAPOST – Dualisme dukungan terjadi di Pilwali Surabaya kali ini. Tak mau tegak lurus, Pengurus DPW, DPD, DPC beserta ratusan simpatisan Partai Solidaritas Indonesia se-kota Surabaya melabuhkan pilihannya ke Paslon nomor urut 2, Machfud Arifin – Mujiaman.

Dukungan kepada pasangan MAJU itu disampaikan langsung oleh para petinggi PSI diantaranya mantan Wakil Ketua DPW PSI Jawa Timur Wendik Alfianto, Mantan Ketua DPD PSI Surabaya yang saat ini masih menjabat sebagai wakil sekretaris DPD Surabaya Puji Andasari, Edwin Wijaya Mantan Sekretaris DPD PSI Surabaya, serta Andiek Eko Mantan ketua DPC Wonokromo. Tak hanya itu, dukungan ke MAJU juga datang dari dedengkot PSI Surabaya, Gunawan yang pernah mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Wakil Walikota di jalur perseorangan.

Menamakan dirinya ‘Aliansi Solidaritas MAJU’, deklarasi dukungan mereka langsung disampaikan di hadapan Machfud Arifin di Hotel Mercure, tepat dihari Sumpah Pemuda, Rabu, 28 Oktober 2020.

Kepada media, Wendik Alfianto mengatakan, dukungan kader PSI kepada Machfud Arifin – Mujiaman memang tak sejalan dengan keputusan DPP PSI yang mendukung Er-Ji. Namun mereka memiliki alasan sendiri untuk membelot. Sebab baginya sosok MA saat ini paling pantas untuk memimpin kota Surabaya. ” Kami yakin, Machfud Arifin – Mujiaman bisa membawa Surabaya jadi kota yang lebih baik,” ujarnya.

“Inilah bentuk kepekaan kami sehingga secara sukarela dan tanpa paksaan untuk mendukung pak MA. Kita memang beda daripada kawan-kawan kita yang ada di seberang sana,” kata Wendi.

Menurut Wendik, keputusan mendukung MA oleh para kader PSI ini murni dilatarbelakangi track record MA yang selama ini terhitung sangat apik. ” Apalagi ketika menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur, MA membawa perubahan yang nyata. Begitupula ketika MA diberi amanah sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Disitu MA berhasil mengantarkan Jokowi-Amin menang telak di Jawa Timur dan Surabaya,” papar Wendik.

” Intinya, Machfud Arifin merupakan sosok pemimpin idaman untuk kota Surabaya, Jiwa kepemimpinannya sudah tidak perlu diragukan lagi,” katanya.

Terkait hal ini, Wendi menegaskan sebenarnya banyak dari kader aktif PSI di Surabaya yang ingin mendukung MA-Mujiaman, namun karena DPP PSI mengeluarkan surat larangan serta sanksi pemecatan dan ancaman bagi kader yang mendukung MA, maka banyak dari mereka yang menarik dukungannya, bahkan ada yang mundur dari kepengurusan.

Disisi yang sama, Gunawan, salah satu pentolan PSI kota Surabaya menilai program Paslon Maju sangat realistis disertai komitmen dalam memperjuangkan hak wong cilik terkait status warga Surat Ijo.

“Pilihan kami ke Pak Machfud-Mujiaman karena Pak MA yang secara langsung dan tegas menyatakan program prioritas pertama ketika menjadi wali kota, yakni memberhentikan retribusi terkait surat ijo yang sudah puluhan tahun tidak ada kepastian dan kejelasan nasib bagi warga yang mempunyai status tanah surat ijo,” ujar pria yang pernah menjadi Caleg DPRD Jatim Dapil Surabaya dari PSI pada Pileg 2019 lalu.

” Selama ini kami sudah banyak melakukan upaya terhadap kasus surat ijo, bahkan empat anggota DPRD Surabaya yang telah kami pilih tak mau tahu terkait problem ini,” katanya.

Gunawan melihat ada keseriusan Machfud – Mujiaman untuk menyelesaikan persoalan kasus surat ijo sampai tuntas. Hal itu menurut Gunawan telah disampaikan langsung kepada warga surat ijo. Dan komitmen penyelesaian kasus warga surat ijo ini akan menjadi langkah pertama ketika terpilih sebagai wali kota.

Selain itu, masih Gunawan, Ia merasa se-visi dan se-misi dengan program pro-rakyat yang telah disusun oleh Machfud-Mujiaman bersama Super Tim-nya. Seperti pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan pemerataan pembangunan, yang dinilainya sangat realistis untuk diwujudkan, sehingga mampu membawa perubahan Kota Surabaya lebih baik dan lebih maju lagi,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Machfud Arifin sangat mengapresiasi adanya dukungan dari kader-kader muda PSI kepadanya bersama Mujiaman selaku Calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya. Menurutnya beda dukungan antara DPP dan kader di bawah adalah hal yang biasa di era demokrasi.

Terkait informasi bahwa kader PSI yang mendukung MAJU akan dipecat, Machfud Arifin meminta mereka untuk tidak takut, sebab pilihan politik adalah hak pribadi yang dilindungi Undang-undang.

” Saya mengapresiasi kedatangan bro dan sis untuk mendeklarasikan dukungannya terhadap saya. Ini yang dinamakan demokrasi, yaitu bebas untuk menentukan pilihan. Jangan takut kalau diancam, sekarang bukan zamannya seperti itu. Arek Suroboyo tidak pernah takut meski diancam,” ucapnya. (BNW)