150 juta Per-RT per-tahun Versus PAD Parkir, Realitiskah ? Ini kata Samuel Perindo

0
399

Surabaya NAWACITAPOST – Banyak yang menyangsikan program 150 juta per-RT per-tahun yang digagas Machfud Arifin -Mujiaman Calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya. Omong kosong ? Realitiskah ? Dananya dari mana ? Bahkan ada yang bilang akan merusak tatanan kota. Benarkah ?

Dalam hal ini, Ketua DPD Partai Perindo Surabaya Samuel Teguh Santoso mengaku program ini sangat realistis dan terkait besarannya sangat masuk akal untuk diwujudkan.” Bila ini sampai terwujud, akan bermanfaat luar biasa bagi pemerataan pembangunan kampung-kampung di seluruh pelosok Surabaya,” ujarnya.

Ditemui di sebuah depot wilayah dukuh kupang, Samuel mengajak untuk berhitung. ” 150 juta kali 10.000 RT se-Surabaya sama dengan 1,5 triliun,” katanya.

Dengan Target Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Surabaya tahun 2020 mencapai 9 triliun, hal ini sangat realistis untuk diwujudkan. Tentunya Pemkot juga harus memaksimalkan semua sumber pendapatan dan meminimalisir kebocoran yang sering terjadi.

Apa sajakah sumber pendapatan yang harus dimaksimalkan ? menurut Samuel salah satunya adalah pendapatan dari Restribusi Parkir.

Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Surabaya sangat luar biasa. Tahun 2020, jumlah kendaraan R2 mencapai 3 juta unit sedang untuk kendaraan pribadi R4 sudah mencapai hampir 700 rb unit. Dari situ, secara otomatis adalah peningkatan kebutuhan lahan parkir.

Keberadaan Perda Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perpakiran di Kota Surabaya, diharapkan bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang perpakiran, serta untuk mewujudkan ketertiban, keamanan, dan kelancaran lalu lintas.

Pada kenyataannya, perparkiran di Surabaya masih belum terkelola dengan baik bahkan masih cenderung semrawut. Fungsi jalan seringkali terhambat karena ketidaktertiban. Apalagi masih bertebaran parkir liar dipinggir jalan belum dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya.

Nah, misalkan dari 3 juta jumlah motor di Surabaya ada 1 juta yang aktif setiap harinya dan dari situ setiap motor mengeluarkan Rp 2.000 per-hari untuk parkir, maka sebulan saja mencapai Rp 60 miliar dan dalam 1 tahun bisa mencapai sekitar 720 miliar.

“Bayangkan bila setiap hari orang Surabaya parkir lebih sekali, dan ada pula yang mengenakan parkir progresif. Maka dari itu, jika Pemkot Surabaya (Dishub Surabaya,red) betul- betul mengelola parkir ini dengan benar, maka setahun bisa mencapai lebih dari Rp 1 triliun. Itu belum termasuk mobil. Dan tentunya disesuaikan aturan tentang pendapatan daerah terkait parkir,” ujar pria yang berprofesi sebagai pengacara ini. Selasa (20/10/2020).

Terkait hal ini, Samuel menegaskan, Machfud Arifin-Mujiaman paslon nomor urut 2 di Pilwali Surabaya tidak sembarangan dalam membuat program. Semua sudah diperhitungkan secara matang bersama para ahli dibidangnya.

Jika Parkir dikelola secara benar dan profesional akan menjadi penyumbang terbesar pendapatan asli daerah (PAD) Kota Surabaya. Namun kita juga harus melihat masih ada kebocoran disana-sini. Memang Pemkot Surabaya sudah berupaya memperbaiki sistem perparkiran, seperti mesin parkir ataupun parkir berhadiah. Tapi hal ini masih belum ada hasil yang maksimal karena masih banyak kasus jukir tak memberi karcis ataupun masalah yang lain.

” Jelas tertulis, Parkir di mini market gratis, tapi disitu ada jukir yang menarik uang parkir. Begitu juga parkir di pinggir jalan yang tak ada karcisnya. Nah, ini uangnya masuk kemana, ke kas daerah atau kantong pribadi. Jadi sekecil apapun uang yang dikeluarkan harus dipertanggunjawabkan. Misalnya, ada motor yang hilang belum tentu jukirnya mau bertanggung jawab,” urai Samuel.

Disitu Ia menjelaskan, sebagai pendukung paslon Machfud Arifin- Mujiaman, Partai Perindo juga mendorong agar nantinya ada penataan manajemen parkir yang lebih baik, sekaligus bisa memberdayakan masyarakat Surabaya kearah profesional.

Untuk kepentingan masyarakat Surabaya, hal ini baik untuk dilakukan. Untuk ketertiban parkir maupun pendapatan dari pengelolaan parkir yang dianggap parkir liar.

Diakhir Samuel menegaskan, masalah parkir ini adalah persoalan sehari-hari dan harus ditata kearah lebih baik. Ini yang belum dituntaskan Pemerintah kota Surabaya sekarang.

” Kebaikan PASTI akan dilanjutkan. Tapi bagaimana yang tak mampu diatasi Bu Risma, itu harus dievaluasi dan difikirkan peningkatannya,” katanya.

Maka itu, tandas Samuel, Program-program pro rakyat yang jadi visi misi Machfud Arifin-Mujiaman paslon nomor urut 2 sudah banyak disampaikan ke masyarakat, tinggal kita yang menilainya.

” Jangan ragu, semua tokoh baik Nasional, Jatim maupun Surabaya sudah banyak ya mendukung dan siap menjadi Supertim Machfud Arifin-Mujiaman untuk membangun Surabaya. Maju Kotane Makmur Wargane,” pungkas Samuel. (BNW)