Ferdinand Hutahaean Hengkang Dari Demokrat Karena Tak Diberi Posisi Strategis Oleh AHY

0
306
Ferdinand Hutahaean Hengkang Dari Demokrat Karena Tak Diberi Posisi Strategis Oleh AHY

Jakarta, NAWACITAPOST- Kabar politikus Ferdinand Hutahaean yang memutuskan untuk hengkang dari partai Demokrat mencuri perhatian masyarakat. Pasalnya keputusannya ini diambil tak berselang lama semenjak disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Senin 5 Oktober 2020 lalu. Melalui akun twitter pribadinya, Ferdinand mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Demokrat pada Minggu 11 Oktober 2020. Keputusan tersebut ia ambil lantaran merasa sudah berbeda prinsip dan pendapat dengan partai Nasionalis-Religius tersebut.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengatakan pada Rabu (14/10/2020/). Penyebab mundurnya Ferdinand Hutahaean dari Partai Demokrat tak lain karena tidak diberi posisi yang strategis. “Mungkin Ferdinand banyak kecewa ke AHY. Misalnya tak mendapat posisi yang strategis di partai. Atau juga bukan dari gerbong AHY,” ucap Ujang.

Baca Juga : 3 Jaksa Penyidik Pinangki Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan

Ujang juga menyebutkan bahwa, mungkin sang politikus sudah lama merasa tak nyaman lagi berada di Partai Demokrat maka tak ada pilihan lain selain memilih untuk keluar. Keluar dan masuknya kader partai merupakan hal biasa. Tak aneh dan tak heran. “Oleh karena itu, kita mengenal kader loncat pagar atau kutu loncat, atau istilah lainnya,”lanjutnya.

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean mengaku, dirinya mundur dari Partai Demokrat karena kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “AHY jadi ketua umum menjadi salah satu bagian saya keluar. Karena demokrasi tidak berjalan,” kata Ferdinand ,Selasa (13/10/2020).

Ia pun sudah mencium gelagat yang tidak sehat pasca AHY terpilih secara aklamasi melalui Kongres V Partai Demokrat pada 15 Maret 2020 lalu. Sejak bulan Maret itu, ditambah beda pandangan soal mekanisme penanganan Covid. Terakhir soal UU Cipta Kerja. “Saya melihat justru UU ini rohnya adalah Pancasila untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan yaitu masyarakat yang makmur, adil, sejahtera dan berkeadilan sosial,” tutup Ferdinand (*).