Ironis, Kampung Kumuh ke-4 di Indonesia ada di Wilayah Industri Rungkut

0
571

Surabaya NAWACITAPOST – Gas poll adalah kalimat yang layak disematkan untuk Partai Perindo Surabaya dalam mendukung Machfud Arifin – Mujiaman sebagai Walikota dan Wakil Walikota Surabaya 2020.

Memang baru hitungan minggu sejak Perindo Surabaya menambatkan pilihannya ke MA-Mujiaman, namun gaungnya sudah mulai didengar di seluruh penjuru Surabaya.

Tetap dengan titel ‘Napak Tilas’-nya, kali ini Perindo bersama Mujiaman Calon Wakil Walikota (Cawawali) Surabaya yang didukungnya menyapa warga Kalirungkut Bakung Gg. II, Rungkut-Surabaya yang sesuai informasi merupakan kampung terkumuh nomer 4 se-Indonesia.

Dihadapan Cawawali Surabaya, Riduan Ketua RW03 Kalirungkut, Kecamatan Rungkut mengaku heran terkait kampung yang telah dipimpinnya selama 2 periode ini dinyatakan sebagai kampung terkumuh nomer 4 se-Indonesia. Menurutnya, kondisi kampung biasa-biasa saja sampai ada pihak survey yang katanya dari Jakarta datang dan kemudian pernyataan tersebut muncul.

” Perasaan saya sebenarnya malu, namun saya berfikir melalui hal ini akan mendatangkan banyak bantuan diwilayahnya, tapi ternyata Zonk. Selama masa jabatannya 2 periode sebagai ketua RW belum pernah merasakan bantuan Musrenbang atau apapun sebutannya,” ujar Riduan dalam sambutannya, Selasa malam (6/10/20).

Terkait hal ini, Riduan merasa perlu ada perubahan kepemimpinan dikota Surabaya supaya terjadi pemerataan pembangunan disetiap wilayah, khususnya dikampung-kampung, ujar ketua RW yang membawahi 5 RT tersebut.

Pada kesempatan reuni dengan kontituen Perindo tersebut, Samuel Teguh Santoso Ketua DPD Partai Perindo Surabaya menjelaskan kedatangannya diwilayah Kalirungkut adalah ingin memperkenalkan kepada masyarakat Calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya yang menurutnya sudah teruji dalam karirnya, baik dalam birokrasi maupun kepedulian terhadap masyarakat kecil.

Menurut Samuel, banyak kesamaan antara Paslon Machfud Arifin – Mujiaman dengan Partai Perindo khususnya dalam upaya mengangkat harkat dan martabat masyarakat kecil.

Oleh karena itu, Samuel mengajak semua warga Kalirungkut untuk bersama mendukung dan memenangkan Machfud Arifin – Mujiaman karena saat ini hanya pasangan MA-JU yang bisa mewujudkan kesejahteraan untuk warga Surabaya,” Ojok lali yo dulur, tanggal 9 Desember 2020, teko nang TPS, buka kertase langsung coblos Brengose. Nomer 2 Machfud Arifin – Mujiaman,” ajak pria yang berprofesi sebagai pengacara ini.

Sebagai Calon Wakil Walikota Surabaya, Mujiaman merasa prihatin mendengar di wilayah Rungkut ada kampung yang mendapat predikat sebagai terkumuh nomer 4 ditingkat Nasional. Hal ini diungkapkan dihadapan 50-an warga beserta pengurus kampung dan tokoh masyarakat Kalirungkut.

Rungkut, kata Mujiaman adalah wilayah Industri yang memberikan sumbangsih besar untuk pembangunan kota Surabaya, tapi kenapa hasilnya tidak bisa dirasakan oleh masyarakat rungkut sendiri. ” Dari sini berarti ada yang salah,” ujarnya.

Kedepan, apabila dirinya dikehendaki rakyat untuk memimpin Surabaya,  Mujiaman memastikan akan membangun kota Surabaya terlebih dahulu dari kampung-kampungnya.

Melalui apa ? Mantan Direktur Utama PDAM Surabaya ini bersama dengan Machfud Arifin Calon Walikota Surabaya dalam programnya akan mengucurkan dana kampung 150 juta per-RT per-tahun demi pemerataan pembangunan dimasa jabatannya nanti.

” Melalui program 150 juta per-RT per-tahun, saya yakin pembangunan dikampung-kampung jadi merata, tentunya dengan pengawasan yang ketat dari semua pihak agar tidak terjadi penyalahgunaan,” katanya.

Mujiaman mencontohkan, di RW03 ini ada 5 RT berarti akan mendapat kucuran dana 750 juta per-tahun. ” Dana sebesar itu bisa digunakan untuk berbagai hal, seperti pemberdayaan UMKM masyarakat, pengadaan sarana dan prasarana dll. Kalau ada pasar mandiri, diharapkan juga bisa sertakan dalam pembangunan atau revitalisasi sehingga menjadi pasar yang nyaman dan aman sekaligus sebagai pemberdayaan usaha para generasi muda. Disitulah sendi-sendi perekonomian warga dapat bergerak,” paparnya.

” Tidak perlu ada lagi Musrenbang yang banyak Zonk-nya, tapi tentunya dengan bimbingan dan pengawasan yang ketat supaya program ini tidak sia-sia dan tidak terjadi penyalahgunaan,” pesan Mujiaman.

Selain itu, Mujiaman juga menyinggung terkait honor kader dan pengurus kampung yang kecil dan tidak sebanding dengan tanggung jawab yang diembannya. ” Sebenarnya, Pahlawan sebuah kota adalah kader dan pengurus kampung, pengabdian beliau-beliau sungguh luar biasa,” katanya.

Kedepan, Machfud – Mujiaman berjanji akan fokus untuk melipatgandakan penghargaan atau honorarium para kader beserta pengurus kampung, RT dan RW serta pengurus LPMK.

BLT (Bantuan Langsung Tunai) untuk warga miskin juga akan menjadi program andalannya yakni 1 juta/KK/bulan khusus di masa Pandemi ini. Tapi menurutnya BLT adalah program jangka pendek. ” Yang lebih penting adalah pemerataan pembangunan di kampung supaya kemiskinan dapat diminimalisir,” tegas Mujiaman yang mengaku juga sudah 2 periode ini menjadi ketua RW03 Kelurahan Dukuh Kupang, Kecamatan Dukuh Pakis.

Terkait bidang pendidikan, Mujiaman juga mengaku heran bahwa siswa-siswi SMA dan SMK tidak mendapat bantuan dari Pemerintah kota karena hak pengelolaannya dibawah kendali provinsi. ” Ini adalah investasi jangka panjang, mereka itu anak-anak kita. Sekolah perlu beli seragam, beli peralatan belajar, dan biaya penunjang sekolah. Jangan kuatir, kita sudah rencanakan program KIP MAJU untuk menunjang pendidikan anak-anak kita ditingkat SMA dan SMK,” tegasnya lagi.

Mujiaman sebagai Cawawali kota Surabaya ingin melayani masyarakat dari dekat dan Ia siap dijewer apabila nantinya ada kesalahan dimasa jabatannya. ” Untuk dekat dengan masyarakat, saya bagikan nomer telpon pribadi saya supaya bisa langsung berhubungan dengan njenengan sedoyo. Saya siap menampung segala keluhan, bahkan siap dijewer apabila nanti salah dalam menjalankan amanat sebagai Wakil Walikota,” ujar Mantan Dirut PDAM yang dikenal seringkali turun langsung menyelesaikan masalah Air di masyarakat ini.

” Program-program besar biarlah dikerjakan oleh ahli dibidangnya, yang saya sampaikan ini adalah program-program yang langsung menyentuh ke masyarakat untuk pemerataan pembangunan,” tegas Mujiaman.

” Suroboyo Kota Pahlawan, MA-JU Menang Kotane Aman,” pungkas Cawawali pemerhati budaya ini. (BNW)