Samuel Perindo : Machfud Arifin, Sosok Jendral yang Rendah Hati

0
243
Samuel Teguh Santoso, ketua DPD Partai Perindo Surabaya bersama Hary Tanoesoedibjo dan kader Perindo Surabaya

Surabaya NAWACITAPOST – Jelang deklarasi dukungannya terhadap Machfud Arifin-Mujiaman Calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya 2020, Pimpinan Partai Perindo kota Surabaya, Samuel Teguh Santoso blak-blakan bicara terkait dukungan kepada sosok Jendral polisi bintang dua bersama mantan Dirut PDAM Surabaya ini.

Kepada NAWACITAPOST Samuel yang berprofesi Pengacara ini mengaku sangat mengenal keempat calon yang akan bertarung di Pilwali Surabaya 9 Desember 2020 nanti, ujarnya, Sabtu (19/9/20).

Eri Cahyadi Calon Walikota yang diusung PDI Perjuangan Surabaya, menurut Samuel adalah sosok seorang Birokrat yang telah sukses membantu Tri Rismaharini dalam pembangunan kota Surabaya. Beberapa jabatan di SKPD telah diembannya dengan baik. ” Saya tidak mengenal secara akrab, tapi beberapa kali pernah berkonsultasi terkait perijinan di bisnis properti yang saya jalani,” ujar pria yang punya usaha dibidang Properti ini.

Begitu juga dengan Armuji. Dengan gaya ‘Blokosuto’nya, Samuel mengaku sudah lama sekali mengenalnya, bahkan sebelum dirinya masuk ke kancah politik Surabaya. ” Armuji adalah seorang Politikus handal, sehingga dalam kiprahnya sempat dua kali menjadi ketua DPRD Surabaya dan saat ini masuk ke jajaran Politikus Jawa Timur sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur,” katanya.

Disisi lain, Samuel juga mengaku beberapa tahun ini mengenal Mujiaman Sukirno dengan akrab, bahkan kalau ada kesempatan seringkali ngopi bareng dengannya. Namun waktu itu tidak pernah ada pembicaraan terkait Politik.

” Mujiaman Calon Wakil Walikota ini adalah seorang profesional yang banyak sekali prestasinya, pengalamannya 25 tahun kerja diperusahaan asing dibidang air, sudah banyak yang ia tuangkan di PDAM Surya Sembada Surabaya hampir 3 tahun belakangan. Banyak sudah terobosan saat ia dipilih Bu Risma (Walikota Surabaya.red) sebagai Direktur Utama PDAM, mulai dari pipa PDAM yang bisa mengalir ke tanah Ilegal, pembenahan birokrasi di PDAM, sampai peningkatan omset yang hampir 50 persen dari sebelum dia yang pegang,” papar Samuel.

Saat ditanya tentang Machfud Arifin, Samuel mengaku sosok ini begitu menarik baginya. ” Bayangkan, seorang Jendral bintang dua yang sarat pengalaman dalam Birokrasi Kepolisian, baik sebagai Kapolres maupun Kapolda di tiga wilayah berbeda, tapi masih mau mencalonkan diri sebagai Walikota. Itu bagi saya adalah karena kerendahan hati dan kepedulian beliau terhadap kota Surabaya sebagai kota kelahirannya,” ungkap Samuel.

” Kita sama MA sudah sehati sefikir, sevisi dan semisi. Maka dari itu, begitu ada kode dari pak HT (Hary Tanoesoedibjo Ketua Umum DPP Partai Perindo) untuk mendukung pak MA, saya langsung berkoordinasi baik dengan DPW Jatim maupun rekan-rekan DPD untuk merapat ke kubu MA-Mujiaman,” ujar Samuel yang beberapa saat lalu sempat mencalonkan diri sebagai Calon Walikota Surabaya di jalur perseorangan.

” Berdiskusi dengan Beliau (Machfud Arifin) terkait pembangunan kota Surabaya, rasanya ada sebuah ‘Chemistry’ antara program Beliau dengan program-program Partai Perindo yang pernah saya sampaikan baik saat kampanye Caleg Provinsi maupun sewaktu pencalonan menjadi Walikota perseorangan lalu,” kata pria dengan titel seabrek ini.

Ia melanjutkan,” Saya sangat menghormati Bu Risma, karena atas pimpinan Beliau, Surabaya menjadi bagus. Tapi disisi lain masih banyak kelemahan,” ujarnya.

Menurut Samuel, Pak MA berangkat dari kepolisian, tentunya sudah mengalami teritorial baik saat di Polres maupun sebagai Kapolda. “Dia sudah teruji disitu, tentunya dia peka terhadap kebutuhan masyarakat.”

” Kota yang baik dan sejahtera menurut saya adalah kota yang mampu dalam mencukupi Sandang, Pangan dan Papan bagi warganya. Urusan sandang, saat ini mungkin bisa kita kesampingkan meski tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan pokok, namun untuk Pangan dan papan, hal ini patut menjadi perhatian yang sangat serius bagi Pemerintah Kota Surabaya kedepan,” ujarnya.

Dalam hal pangan atau ekonomi masyarakat, Samuel dan Machfud sama-sama ingin memberi ruang lebih kepada UMKM Surabaya yang jumlahnya di kisaran angka 300ribu-an. ” Dimasa Pandemi ini, pengangguran yang jumlahnya hampir 5 persen dari jumlah penduduk Surabaya pasti akan meningkat drastis. Oleh karena itu, sebelum daya tampung pekerja di perusahaan-perusahaan pulih seperti sediakala maka UMKM diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi hal ini.

Kepastian hukum juga bisa berkaitan dengan urusan perut. ” Dengan adanya kepastian hukum, baik dari aturan pemerintah, kemudahan perijinan dan beresnya banyak kasus tanah di Surabaya, maka akan banyak mendatangkan investor dari luar dan secara otomatis akan menampung banyak pekerja sehingga mengurangi angka pengangguran yang semakin tinggi ini,” kata Pengacara dengan ciri khas kepala plontos ini.

Sedang untuk papan, saya melihat di Surabaya ini tanah satu hektar dapat dibangun ratusan rumah yang pastinya kumuh dan tentunya ruang lingkup untuk anak dan tempat refreshing jadi tidak ada. ” Melihat hal itu, pemerintah harus harus dalam penataannya,” katanya.

“Yang saya tahu, tempat kumuh di Surabaya sangat banyak. Sesuai penelitian saya sebagai Magister psikologi, kekumuhan menimbulkan kesumpekan dan emosi yang tinggi. Dengan sensitifitas yang tinggi, orang akan cepat mati,” urai Samuel.

” Pak MA saya ajak berdiskusi hal itu, dan di sangat paham dengan memberikan beberapa gambaran solusi,” tambahnya.

Selain Sandang, Pangan dan Papan, dalam pembangunan kota juga dibutuhkan transportasi massal yang memadai supaya terjadi integrasi semua wilayah.

” Banyak hal telah kami bicarakan, bidang kesehatan, pendidikan, hukum pertanahan hingga terkait dunia hiburan. Saya rasa bapak ini orang yang pinter, wajar sebagai seorang Akpol yang prestasinya baik sehingga bisa menjabat 3 kali Kapolda. Jabatan 3 kali Kapolda itu jarang. Dan saat menjabat dalam birokrasi kepolisian, beliau sangat peduli terhadap jajarannya,” kata Samuel.

Lanjutnya, ” Birokrasi kepolisian dengan Pemerintahan tidak terlalu berbeda. Bahkan kalau Ia berpengalaman di Birokrasi Kepolisian, saya yakin akan lebih cepat dalam mengeksekusi setiap permasalahan di pemerintahannya nanti.”

Samuel melihat, kedua pemimpin ini sudah terjalin Chemistry dan cocok untuk memimpin kota Surabaya.

” Sudahlah, kita ndak mau bicara orang itu muda atau tua, selama orang itu bisa membangun Surabaya menjadi lebih baik, itu yang harus kita dukung. Karena kalau kita bicara politik saja, masyarakat dibawah ini ada yang paham dan tidak paham. Ini harus diberi pengertian,” ujarnya.

Ditanya target suara, Samuel optimis dapat membantu 5 persen target suara yang telah ditetapkan tim MA-Mujiaman. Hal ini dikatakan bukan tanpa bukti, namun didasari dengan perolehan suara riil Partai di Pileg 2019 kemarin, dicombain dengan pengumpulan dukungan saat pencalonannya di jalur Independent. (BNW)