Menarik, Relawan Berjejer Saksikan Perjalanan Paslon MAJU ke KPU

0
185

Surabaya NAWACITAPOST – Rombongan Machfud – Mujiaman mendaftar di KPU Surabaya. Yang menarik, disepanjang jalan yang dilalui dari posko Pemenangan Jl. Basuki Rahmat – Gubernur Suryo – Panglima Sudirman – Darmo – Diponegoro – Ciliwung – Adityawarman menuju ke kantor KPU Surabaya dipenuhi pendukungnya.

Inisiatif memenuhi sepanjang jalan ini adalah bentuk dari kecintaan masyarakat Surabaya terhadap Machfud – Mujiaman (MAJU) Calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya yang digadang-gadang dapat menjadikan Surabaya lebih Maju dari saat ini.

Diantara puluhan ribu pendukung, nampak pula ribuan Relawan Machfud Arifin Arek Suroboyo atau REMAAS di sepanjang Jalan Darmo.

Dengan tetap menjaga protokol kesehatan, mereka tak ingin dukungan yang diberikan untuk pasangan MAJU malah membahayakan diri dan orang sekitarnya.

Pembina relawan REMAAS drg David Adreasmito mengatakan, sedikitnya sudah ada 2000 relawan yang siap menyambut keberangkatan Machfud – Mujiaman. “Ini inisiatif mereka sendiri. Mereka ingin memberikan dukungan tanpa melanggar protokol kesehatan sekaligus untuk menghindari kerumunan massa yang terlalu banyak di sekitar KPU. Sebab bagaimana pun angka kasus Covid-19 di Surabaya masih tinggi, maka dari itu mereka juga membekali diri masker dan hand sanitizer,” kata David kepada Nawacitapost. Minggu (6/9/20)

Dari 2000-an massa REMAAS, menurut David, terkonsentrasi di beberapa titik. Di antaranya Jalan Basuki Rahmat (depan Tunjungan Plaza) hingga Gubernur Suryo (depan Grahadi).

Selain itu, mereka juga ada di sekitar Air Mancur di Jalan Pemuda, sekitar monumen Bambu Runcing di Jalan Panglima Sudirman, dan di sekitar gedung Intiland keputran, termasuk di Jalan Polisi Istimewa, depan monumen Perjuangan Polri, kata David.

Kedatangang MA-Mujiaman di Taman Bungkul untuk melaksanakan Sholat dan Ziarah juga tak luput dari penyambutan ratusan anggota REMAAS.

Berangkat dari Bungkul, Machfud – Mujiaman juga disambut para relawannya disetiap titik Jalan Darmo – Diponegoro hingga Ciliwung. Meski dalam cuaca yang sangat terik, para relawan terlihat tetap berbaris dengan formasi berjarak 2 meter sesuai protokol physical distancing yang ditetapkan WHO.

“Pada intinya, kerumunan para relawan masih memperhatikan physical distancing dan tidak lepas dari masker sehingga tidak ada pelanggaran protokol kesehatan,” pungkas David. (BNW)