Jokowi Itu Pembayar Hutang, Bukan Pengutang

0
447
Jalan Tol Banda Aceh sepanjang 70 Km lebih diresmikan Presiden Jokowi pada Selasa,25 Agustus 2020 di Pintu Gerbang Tol Blang Bintang, Banda Aceh

Jakarta,NAWACITAPOST-Ibarat Pohon Mangga yang berbuah banyak, besar, manis,  dan tak berulat lagi. Tumbuhnya di halaman rumah yang berpagar tinggi dan berduri. Apalagi tumbuhnya di luar rumah. Pasti menjadi perhatian dan decak kagum yang menggoda bagi  yang melihat dan menatapnya. Ada yang sekedar menengok saja, meminta pun ada. Namun tak sedikit yang melempar dan dengan berbagai alat. Ya tepatnya mencuri.

Baca Juga : Kalah Telak di Aceh dan Sumatera Barat Saat Pilpres, Jokowi Tetap Laksanakan Sila Kelima dari Pancasila

Demikianlah dengan Jokowi. Presiden yang memasuki  periode keduanya. Sudah banyak yang dihasilkan. Infrastruktur jalan tol, bendungan, jalan trans nasional (Papua), jembatan, transportasi dan bangunan lainnya. Even Asian Games membuat decak kagum bukan hanya di negara-negara Asia saja, melainkan hampir diseluruh dunia.

Anak-anak usia sekolah digratiskan dari SD sampai SMA, bahkan sampai Perguruan Tinggi. Kesehatan dan Bantuan sosial untuk rakyat msikin benar-benar tepat sasaran. Peningkatan upah kepada pekerja betul-betul diadakan dan dilaksanakan sesuai perintah konstitusi.

Namun masih saja ada beberapa orang atau kelompok yang belum move on tentang keberhasilan suami dari Iriana ini. Di demo sudah sering, dikritik dengan hoax terus menerpanya. Semuanya tak pernah dibalas.

Pos Perbatasan di Kalimantan yang menghubungkan dua negara, Indonesia dan Malaysai. Dikerjakan dan Diresmikan di Era Presiden Jokowi

Katanya yang dikerjakan ayah dari Gibran Rakabuming Raka ini dengan meminjam uang(dana) atau mengutang kepada  negara lain. Mungkin saja Jokowi mengutang, tapi benar-benar digunakan 100 persen untuk kesejahteraan rakyat. Digunakan untuk membangun jalan tol Trans Jawa sepanjang 1000 Km dari ujung Banten sampai ujung Surabaya. Jalan tol Sumatera, yang baru jalan tol pertama di Serambi Mekah, Aceh. Kalimantan, Bali pun ada jalan tolnya. Jalan trans Papua, kebijakan satu harga BBM sudah diterapkan di seluruh Indonesia, pos lintas batas atau pos perbatasan antar dua negara dibangun dengan megahnya.

Bandingkan dengan era 32 tahun Presiden kedua dan 10 tahun Presiden keenam berkuasa. Berhutang juga, tapi hutangnya untuk siapa. Presiden kedua hutangnya dipakai untuk kroni orde baru dan keluarga cendana. Presiden keenam hutangnya meninggalkan proyek mangkrak. Wisma atlet Hambalang dan proyek-proyek mangkrak lainnya.

Perlu dicatat juga sejak 2010 – 2014 jumlah cicilan dan bunga utang Indonesia mencapai 1.234 Triliun Rupiah. Saat itu Jokowi masih sebagai Walikota Solo dan Gubernur Jakarta. Saat jadi Presiden, Jokowi lunasi utang dan bunganya, 2015 dibayar 382 Triliun Rupiah, 2016 dibayar 505 Trilun Rupiah, dan 2017 dibayar 347 Triliun Rupiah. Hal itu disampaikan Analisa Politik dan Ekonomi Indonesia, Rustam yang dilansir dari media online suara.com, Jumat 4 September 2020.

Melalui akun Twitter, Rustam juga mengingatkan agar masyarakat jangan mau dibodohi, apalagi disesatkan dengan informasi seakan-akan ekonomi Indonesia terpuruk karena pertumbuhan ekonomi negatif.

Lanjut Rustam, jadi rakyat tidak salah paham, dan  memahami secara tepat akan hal ini. Bahwa Jokowi  itu membayar hutang, karena sebelum era Jokowi ada mantan orang nomor satu yang mungkin rajin berhutang.

Sehingga Jokowi terkena imbasnya. Sebab dalam diri Jokowi melekat NKRI, sila satu sampai lima dari Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan toleransi yang majemuk.  Jokowi tak pernah menuduh, tak berkoar-koar. Pidatonya akan bunyi ketika segala sesuatunya jadi dan terlaksana seperti jalan tol pertama di Aceh. Ucapan terimakasih ditujukan kepada rakyat dan pemerintah Aceh,  bukan kepada menterinya, apalagi dirinya.

Hal lainnya kakek dari Jan Ethes,Sedah Mirah Nasution, La Lembah Manah, dan Panembahan AL Nahyan Nasution, ketika menjabat Walikota Solo, Gubernur Jakarta, dan Presiden Indonesia sepertinya tak pernah ada rumah pribadinya. Yang Terlihat dan terekam dari media adalah rumah dinas Walikota dan Gubernur,  serta Istana Bogor tempat kediaman resminya.

Itu menggambarkan bahwa  mantan penguasa mebel ini tak mau memboroskan uang negara dengan yang tidak perlu, jika ada yang masih bisa digunakan atau dipakai. Naik pesawat untuk kegiatan pribadi selalu kelas ekonomi. Adalah contoh pemimpin yang tak betul-betul mana aktivitas pribadi atau keluarga, mana aktivitas negara.

Selain isu Jokowi berhutang, Isu komunis yang dikaitkan dengan Indonesia jadi kelinci percobaan negara Komunis China menderu dengan kencangnya. Padahal di tengah Pandemi korona ini, semua negara berlomba mencari vaksin. Kebetulan yang sudah ada vaksin China atau Tiongkok

Negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab pun sedang uji coba vaksin buatan China ini.

Jalan Trans Papua

Pokoknya rakyat jangan mau ditakut-takuti apalagi sampai dibodohi  kaum genderowo bahwa resesi ekonomi sama dengan krisis ekonomi. Resesi itu aktivitas ekonomi menurun dan lesu. Itu diindikasikan  Pertumbuhan PDB suatu negara yang mengalami minus 2 kuartal berturut-turut.

Jadi waspada saja, kampanye lawan politik akan menghembuskan angin kencang,  seakan Jokowi menjadikan Indonesia pengutang terbesar. Padahal mereka hanya pandai menyebar hoax tanpa data dan fakta. Tujuannya jelas ingin mendapat posisi jabatan atau berkuasa, atau hal lainnya periuk mereka sudah tak ada lagi akibat sepak terjang Jokowi yang begitu dahsyat dan didukung rakyat Indonesia.

Jelas kan, bahwa alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada ini sosok yang membayar hutang, bukan pengutang.