Waket Komisi A Tuntut Eri Cahyadi Segera Mundur

0
76
Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Camelia Habiba

Surabaya NAWACITAPOST – Sehari setelah Rekomendasi Cawali dan Cawawali dari DPP PDI-P turun ke Eri Cahyadi – Armuji, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Camelia habiba mendesak keduanya segera mundur dari jabatannya masing-masing. Terlebih kepada Eri Cahyadi sebagai bagian dari Pemkot Surabaya yang selama ini menjadi pengawasan dari lembaga Dewan.

Meski demikian, Habiba tetap mengapresiasi kinerja Kepala Bappeko yang telah menghibahkan tenaga dan pikirannya untuk Kota Surabaya.

” Sebagai seorang yang ingin menjadi pemimpin, Pak Eri harus gentle. Tunjukkan bahwa arek Suroboyo itu Wani. Wani sembarange termasuk Wani mundur dan meninggalkan ruang kerjanya di Bappeko Surabaya,” tegas Habiba di kantor Dewan Yos Sudarso. Kamis (3/9/20)

Terkait hal itu, Habiba juga mengingatkan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) saat kegiatan kampanye nanti sesuai dengan Pasal 2 huruf f Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.

Menyikapi itu, Ia bersama anggota DPRD yang lain akan lebih fokus dalam pengawasan penggunaan APBD Kota Surabaya agar jangan ada uang rakyat yang dihimpun dalam APBD disalahgunakan oleh oknum pemerintah Kota Surabaya untuk momentum pemenangan calon yang berasal dari ASN, tegas Politisi PKB ini.

Supaya tidak terjadi prasangka, Habiba kembali menegaskan agar Eri segera ber-statemen kepada publik terkait pengunduran dirinya.

“Harusnya kemarin pas keluar rekom, Ia secara lantang mengundurkan diri,” ucap habiba.

Semua itu menurut Habiba agar seluruh warga Surabaya mulai dari RT dan RW semuanya mengetahui bahwa Eri Cahyadi bukan Kepala Bappeko lagi.

” Kami di komisi A ini sudah berkali-kali mengingatkan bahkan melaporkan bukti-bukti kepada inspektorat, tapi nyatanya memang ada keberpihakan pemerintah kota entah itu takut kepada atasannya karena memang ada backing yang cukup kuat. Publik sudah bisa membaca siapa di belakang Pak Eri, sehingga saat ini ASN tidak bisa bersikap netral,” ujar Habiba.

” Dalam hal ini, Kami berharap masyarakat juga ikut mengawasi kinerja ASN dan setiap pergerakan uang APBD masyarakat Kota Surabaya,” pungkas Camelia Habiba. (BNW)