Mumtaz Rais Serang Ayahnya Sebagai Partai KW

0
222
Mumtaz Rais anak Amien dan menantu Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan yang bermasalah dengan penggunaan HP di Pesawat pada Rabu 12 Agustus 2020 di Makasar.

Jakarta, NAWACITAPOST- Ahmad Mumtaz Rais akhir-akhir viral dan ramai diperbincangkan di media sosial.  Akibat ulahnya menggunakan HP di pesawat Garuda saat burung besi itu transit untuk menurunkan penumpang dan mengisi  bahan bakar di Makasar, Rabu 12 Agustus 2020.

Baca Juga : Sebelum Tuntut Jokowi, Amien Rais Kudu Lakoni Yogyakarta – Jakarta Jalan Kaki

Melihat hal itu Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango menegur menantu dari Zulkifli Hasan (Zulhas) ini untuk tidak menelepon di dalam pesawat. Keduanya sempat terlibat adu mulut akan hal ini.

Perangai dan perilaku yang mundur dari pencalonan Bupati Sleman ini ternyata bermasalah bukan dengan orang lain. Dalam keluargapun kerap demikian.

Seperti tak sejalan dengan sang Ayah (Amien Rais). Maret 2020 mantan Ketua MPR ini rencananya bakal melakukan  reformasi dan perombakan partai besutannya PAN serta membuat partai baru.  Justru rencana ayahnya ditentang oleh suami dari Futri Zulya Savitri. Dan sudah jelas membela orang tua sang istri. Kabar nyatanya Kongres ini berjalan dengan rusuh banyak kursi dan benda-benda lainnya beterbangan.

Kongres V PAN di Kendari Sulawesi Tenggara Maret 2020 Berlangsung Rusuh

Secara terang-terangan Keputusan Kongres V PAN di Kendari Sulawesi Tenggara adalah sah dan tidak bisa diganggu gugat termasuk oleh ayah dan kakaknya. Tak hanya itu, Mumtaz juga menyebut partai baru yang akan dibentuk oleh ayahnya tak akan bertahan lama. Ia menyebutnya sebagai PAN KW dan pasti kempes.

Tak puas berkonflik dengan ayahnya. Mumtaz juga  menyindir sang kakak kandung, Hanafi Rais yang keluar dari kursi anggota DPR RI dan keanggotaan PAN.

Nampaknya perkataan dan tindakan aneh menghinggapi ayah dari Illiyyuna Kamila Rais. Mungkin karena terdepak dari pencalonan Bupati Sleman, serta tak terpilih kembali sebagai parlemen Senayan periode 2019 -2024. Membuatnya semakin lengkap menderita. Berkonflik nampaknya sudah menghinggapinya orang lain dan keluarga terutama orang tuanya jadi sasarannya.