Surabaya NAWACITAPOST – Momen peringatan HUT RI ke-75 bagi Siti Anggraenie Hapsari yang akrab dipanggil SAH merupakan hari yang sangat istimewa.

Untuk itu, Menurut SAH, salah satu bentuk penghargaan bagi kemerdekaan yang sudah dinikmati bersama ini diwujudkan dengan datang kehadapan tokoh-tokoh pahlawan bangsa baik Nasional maupun lokal yang ada di Surabaya.

” Hari ini saya, SAH bersama dengan paguyuban Seniman Paseban, datang dan berziarah ke makam salah satu tokoh Surabaya yaitu Raden Moestadjab Soemowidagdo atau biasa dikenal dengan nama Walikota Mustajab, yang adalah Wali Kota Surabaya ke-13 periode 1952-1956, di pemakaman umum Pegirikan Surabaya,” ujar SAH disela giatnya. Senin (17/8/20)

Meski namanya menjadi nama jalan utama di Surabaya, namun masyarakat banyak yang belum tahu dimana keberadaan dan kondisi makamnya saat ini, ungkap Ketua Ikatan Notaris Indonesia wilayah Jawa Timur ini.

Dalam hal ini, SAH merasa prihatin melihat keadaan makam tokoh yang turut dalam pembangunan Tugu Pahlawan tersebut. Selain kotor, makam sudah tidak bisa terlihat karena banyak ditumbuhi rumput dll.

“Kami mengingatkan kepada pihak terkait, dalam hal ini Pemerintah kota Surabaya untuk lebih memberikan perhatian kepada tempat-tempat bersejarah di Surabaya, khususnya makam tokoh-tokoh yang sudah berjasa untuk masyarakat Surabaya,” ujar Bakal Calon Wakil Walikota yang diusung Partai Demokrat untuk mendampingi Machfud Arifin ini.

Lanjutnya, kedatangannya saat ini, selain melakukan kerja bhakti pembersihan makam juga mengadakan upacara peringatan Kemerdekaan RI yang ke-75.

” Ini adalah cara kami untuk mengapresiasi para tokoh yang sudah berjasa, sekaligus mengajak seluruh komponen bangsa juga menghormati dan meneruskan perjuangan mereka dalam upaya meraih dan mempertahankan Kemerdekaan bangsa Indonesia,” pungkas Siti Anggraenie Hapsari usai melakukan upacara bendera di makam Walikota Mustajab.

Baca juga :  DPR : Kampung Tangguh ide brilian Polri

Pada kesempatan itu pula, SAH bersama Paguyuban Seni ‘Paseban’ juga mengunjungi makam WR. Soepratman, pencipta lagu Indonesia Raya di jalan Bubutan untuk melakukan hal yang sama. (BNW)