SAH : Sentra Wisata Kuliner Masih Butuh Didampingi

0
118

Surabaya NAWACITAPOST – Siti Anggraenie Hapsari atau yang akrab dipanggil SAH semakin masif memperkenalkan jati dirinya untuk maju sebagai Calon Wakil Walikota mendampingi Machfud Arifin yang sudah diusung oleh 8 Partai.

Pagi ini, Minggu (9/8/20) disela kesibukannya sebagai Notaris, SAH menyempatkan diri berkunjung ke Sentra PKL Terminal Manukan, kelurahan Lontar Sambikerep.

Dihadapan 50-an pedagang dan warga sekitar Sentra PKL, SAH memohon restu untuk maju sebagai Wawali kota Surabaya. Karena Ia meyakini bahwa Surabaya masih butuh sosok pemimpin perempuan.

SAH menjelaskan, saat ini adalah pertemuannya yang ke-131 dengan berbagai elemen masyarakat. Dalam setiap pertemuannya, selain selalu membawa nama Machfud Arifin, Ia selalu menginventarisir ide, saran dan permasalahan disetiap wilayah yang dikunjunginya. Dan nantinya akan dijadikan buku pegangan untuk pembangunan kota Surabaya.

Dalam kesempatan yang akrab tersebut, SAH mengutarakan maksutnya untuk membuat Surabaya Lebih Maju. Baik dalam hal Pendidikan, Kesehatan, pemberdayaan UMKM, terlebih dalam penyelesaian masalah-masalah sosial seperti banjir, kesulitan air PDAM dll.

Terkait pengelolaan Sentra Wisata Kuliner (SWK), SAH melihat sebenarnya sudah ada yang bagus, baik dalam pengelolaan, sarana dan prasarana, namun ada hal-hal yang perlu ditingkatkan lagi. ” Yang lain, harus dibuat semenarik mungkin, kalau bisa dagangan jangan sama di satu Sentra Kuliner. Maka dari itu, nantinya saya akan memaksimalkan keterlibatan Dinas Pariwisata dalam pendampingan pengeloaan SWK,” kata SAH.

Pendampingan, menurut SAH, sangat diperlukan untuk peningkatan skill pedagang maupun pengeloaan SWK yang baik sehingga penjualan dapat meningkat. ” Misalkan kita sekali-sekali mengundang Chief dari hotel ataupun sekolah-sekolah perhotelan untuk memberikan pelajaran memasak yang enak dan unik sekaligus dalam menjaga kualitas dagangannya. Saya yakin, hal ini akan menjadi nilai positif dalam meningkatkan penjualan.”

Dibeberapa SWK juga sudah dikelola secara modern. Misalnya penerapan kasir tunggal. ” Dengan penerapan kasir tunggal, selain dapat meningkatkan Brand SWK tersebut, manajemen pedagang juga dapat tertata, baik manajemen keuangan maupun produk-produk kuliner yang disajikan. Dari situ kita bisa mengevaluasi penjualan setiap tenant dan apabila masih kurang, akan kita adakan pendampingan kembali supaya ada peningkatan,” urainya.

” Untuk SWK yang belum menerapkan, nantinya akan terus diadakan pendampingan dari beberapa pihak terkait khususnya Dinas Koperasi dan Dinas Pariwisata yang selama ini sudah melakukannya,” pungkas Siti Anggraenie Hapsari.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator SWK Terminal Manukan, Moch. Misdi mengaku bangga atas kunjungan SAH di SWK nya. Selain para pedagang, saat ini Misdi yang adalah ketua Ikatan Paranormal Surabaya juga mengundang beberapa tokoh di wilayah manukan dengan harapan kunjungan ini juga dapat didengar dan diapresiasi oleh masyarakat sekitar.

Misdi berharap SAH dapat meneruskan kinerja Bu Risma dalam memajukan Surabaya, terutama dalam pemberdayaan UMKM. (BNW)