"Kan presiden memang memiliki hak prerogatif untuk mengevaluasi kerja menterinya bahkan untuk mengganti menterinya kapanpun," ungkap Charles Honoris, Kamis (2/7/2020).
Charles menegaskan, presiden memegang kendali penuh kerja para menterinya. Dalam sidang kabinet paripurna 18 Juni lalu itu, Jokowi disebutnya terlihat jelas tengah menunjukkan kendali tersebut.
Baca Juga : Stuban Bansos, Komisi II DPRD Kampar Kunker ke Dinas Sosial Kabupaten Siak
"Terkait dengan tuduhan Amien Rais tentang drama, nggak usah dianggap serius, harus dimaklumi, beliau memang mungkin sudah nggak terlalu jeli dan aktif melihat politik," sebut Charles.
Politikus PDI Perjuangan itu menyinggung balik soal Amien yang tak lagi diberi posisi spesial di PAN.
"Sudah lelah orangnya, makannya di partainya pun sudah nggak masuk di jajaran kepengurusan, semoga Pak Amien bisa menikmati masa pensiun politiknya dengan produktif," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Amien Rais bicara soal Presiden Jokowi yang marah terhadap para menterinya beberapa hari lalu. Ia menyebut Jokowi sedang melakukan sandiwara politik.
"Nah sekarang saya lihat ada dua kemungkinan, pertama Pak Jokowi maaf sedang bersandiwara politik, dengan mengaduh-aduh merintih-rintih, biar rakyat kembali menjadi mempercayai Pak Jokowi, mencintai Pak Jokowi, beliau harus dibela. Jadi yang maaf membuat jengkel Pak Jokowi adalah para menterinya, sementara Pak Jokowi itu bagus sekali," ucap Amien Rais, melalui video yang di-posting di akun Instagram miliknya @amienraisofficial.