Hasto mengatakan, pembakaran bendera PDI Perjuangan itu diketahui terjadi dalam aksi menolak RUU HIP di Gedung DPR, Rabu (24/6) lalu.
Aksi tersebut dimotori Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI berisi sejumlah ormas seperti FPI, PA 212, GNPF Ulama.
Baca Juga : Wako Irsan Terima Kunjungan Kepala BNNK Tapanuli Selatan
"Serangan ke PDI Perjuangan punya tujuan lebih jauh, mengganggu pemerintahan Pak Jokowi," kata Hasto dalam keterangannya, Jumat (26/6).
Menurut Hasto, Indonesia bukan milik sekelompok orang dan pasangan Presiden serta Wakil Presiden RI semata, tapi milik semuanya. Terlebih Jokowi-Ma'ruf adalah pemimpin yang selalu berdialog dan mendengarkan aspirasi rakyat.
"Untuk itu PDI Perjuangan menegaskan bahwa dialog dan musyawarah kita ke depankan, namun jangan uji kesabaran revolusioner kami," katanya.
Hasto menyatakan seluruh kader PDI Perjuangan saat ini satu komando. Termasuk soal langkah hukum yang ditempuh pihaknya.