Saleh Partaonan : Pelonggaran Moda Transportasi Justru Tingkatkan Penularan Corona

0
105
Saleh Partaonan : Pelonggaran Moda Transportasi Justru Tingkatkan Penularan Corona

Jakarta, NAWACITAPOST-  Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari fraksi Partai Amanat Nasional , Saleh Partaonan Daulay menilai rencana Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melonggarkan layanan transportasi di tengah wabah Covid-19 tidak tepat.

Menurut Saleh, pelonggaran operasional moda transportasi itu bertentangan dengan semangat menekan angka penularan virus corona. Hal itu terbukti dengan penyebaran virus yang terjadi di KRL Commuter Line.

“Ini kalau dilonggarin lagi, kita tidak tahu kontaknya itu, riwayatnya kontak orang-orang makin banyak. Itu baru di KRL, belum misalnya busway (Transjakarta), transportasi umum lainnya karena itu dipikirin,” kata Saleh kepada wartawan, Rabu (6/5/2020).

Baca Juga : KPK Setor Rp355 Juta ke Kas Negara Dari Kasus Korupsi Sigit Pramono Asri

Sebelumnya, Menhub Budi Karya menyatakan, masyarakat denhgan kepentingan khusus boleh berpergian mulai 7 Mei 2020. Hal itu disampaikan Budi Karya saat rapat kerja dengan Komisi V DPR.

Saleh menuturkan, pembukaan moda transportasi bagi masyarakat dengan kepentingan khusus masih terlalu cepat dilakukan.

“Saya khawatir kalau masalah transportasi umum ini dibuka dalam waktu yang sekarang-sekarang ini, kita belum siap. Memang dari rapat terakhir kemarin dengan Kemenkes disebutkan indikasi penurunan terhadap kasus positif corona ini belum ada, mereka hanya mengatakan PSBB berdampak positif untuk mengurangi,” jelasnya.

Menurut Saleh, Pemerintah justru harus memperketat aturan agar penyebaran virus benar-benar dapat diselesaikan. Bukan tidak mungkin angka penurunan itu bisa kembali naik jika aturan transportasi dilonggarkan.

“Jadi sementara tidak menaikkan angka yang signifikan karena PSBB, kalau betul bahwa PSBB begitu, mestinya dipertahankan bukan malah dilonggarkan. Nanti takutnya naik lagi, kecuali kalau kurvanya sudah jelas menunjukkan turun drastis,” ujarnya..